👁️ Dilihat: 301 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT.COM – Menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, S.Sos., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan salah satu tradisi adat terbesar di Kota Sungai Penuh tersebut.

Ajakan itu disampaikan Hardizal sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Menurutnya, Kenduri Sko bukan sekadar perayaan adat, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Enam Luhah.

“Kenduri Sko Enam Luhah bukan hanya agenda seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta menjaga jati diri budaya masyarakat Sungai Penuh. Warisan leluhur ini harus terus kita lestarikan bersama,” ujar Hardizal.

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh itu mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari ninik mamak, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah daerah hingga seluruh warga, untuk bersama-sama menjaga kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah.

Ia menilai, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar rangkaian kegiatan adat dapat berlangsung dengan aman, tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

“Mari kita jadikan Kenduri Sko sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya yang telah ditinggalkan oleh para leluhur kepada generasi penerus,” katanya.

Hardizal juga menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, nilai-nilai adat dan budaya harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh modernisasi.

Menurutnya, Kenduri Sko menjadi salah satu media penting untuk memperkenalkan sekaligus mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda sehingga tradisi adat tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kota Sungai Penuh.

“Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan, saya optimistis Kenduri Sko Enam Luhah 2026 akan berlangsung sukses, semarak, aman, serta menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh,” pungkasnya.

Pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah sendiri merupakan agenda adat yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Kota Sungai Penuh yang terus dipertahankan dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

( Edi Tanjung )