👁️ Dilihat: 319 kali

SUNGAI PENUH – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci, menggelar upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Rabu (1/7/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti sekitar 750 peserta dari unsur Polri, TNI, Brimob, Satpol PP, serta berbagai elemen masyarakat.

Kapolres Kerinci AKBP Ramadhani bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Dandim 0417/Kerinci, Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, serta pejabat utama Polres Kerinci.

Pada kesempatan itu, Kapolres Kerinci membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pesannya, Presiden menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus menjadi pelindung masyarakat dengan menjunjung tinggi keberanian, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pesan Presiden yang dibacakan AKBP Ramadhani.

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan keamanan akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Karena itu, seluruh personel Polri dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern.

“Terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Sebab kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, cerdas, dan andal,” tegas Presiden.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Kerinci IPTU Dedy mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Tema tersebut menjadi wujud komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional, humanis, dan responsif.

Menurut IPTU Dedy, logo Hari Bhayangkara ke-80 yang menampilkan angka “80” melambangkan delapan dekade pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Angka tersebut mencerminkan kematangan institusi, pengalaman panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus semangat transformasi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.

Perpaduan warna emas dan perak pada logo menggambarkan keseimbangan antara keberhasilan pengabdian yang telah diraih dengan semangat inovasi dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan. Sementara lingkaran merah putih yang mengelilingi angka “80” menjadi simbol komitmen Polri dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta nilai-nilai kebangsaan.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjadi institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di era digital.

( Edi T )