👁️ Dilihat: 45 kali

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kebijakan yang tertuang dalam tujuh surat telegram (ST) tersebut mencakup 1.121 personel, baik yang mendapat promosi jabatan maupun perpindahan tugas di berbagai satuan kerja.

Mutasi kali ini turut menyentuh jajaran pimpinan kepolisian di tingkat daerah. Dua jabatan Kapolda mengalami pergantian, yakni di Polda Aceh dan Polda Papua Barat, seiring dengan memasuki masa purnatugas pejabat sebelumnya.

Di Polda Aceh, jabatan Kapolda kini diemban Brigjen Pol Ruddi Setiawan, menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa pensiun. Sementara itu, posisi Kapolda Papua Barat dipercayakan kepada Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, menggantikan Brigjen Pol Gatot Hariwibowo yang juga memasuki masa purnabakti.

Selain pergantian Kapolda, Kapolri juga melakukan rotasi pada sejumlah jabatan Wakapolda. Brigjen Pol Iwan Saktia dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Banten menggantikan Brigjen Pol Hendra Wirawan, yang mendapat penugasan baru sebagai Karobinkar SSDM Polri.

Di wilayah Maluku, jabatan Wakapolda kini diisi Brigjen Pol Arif Budiman, menggantikan Brigjen Pol Imam Thobroni yang selanjutnya mengemban tugas sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri.

Sementara itu, di Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu mendapat promosi sebagai Wakapolda menggantikan Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, yang kini dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang rutin dilakukan dalam tubuh Polri.

Menurutnya, rotasi jabatan tidak hanya menjadi sarana penyegaran organisasi, tetapi juga bertujuan meningkatkan profesionalisme, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Mutasi besar-besaran yang dilakukan menjelang pertengahan tahun ini diharapkan semakin memperkuat kinerja organisasi Polri sekaligus menjadi langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian ke depan. (*))