👁️ Dilihat: 232 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT .COM – Harapan warga Dusun Sungai Jeruang, Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, untuk menikmati akses jalan yang layak hingga kini belum juga terwujud. Proyek pembangunan jalan lingkar sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 8 meter yang telah direncanakan sejak bertahun-tahun lalu masih terbengkalai dan kini hanya dipenuhi semak belukar.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Pasalnya, warga telah rela menyerahkan sebagian lahan mereka demi mendukung pembangunan jalan yang diharapkan dapat membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

Namun hingga kini, setelah melewati beberapa periode kepemimpinan Walikota Sungai Penuh, pembangunan jalan yang menghubungkan Dusun Baru Air Jernih dengan Sungai Jeruang itu belum juga terealisasi.

Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, S.F., mengatakan bahwa pembangunan jalan lingkar tersebut selalu menjadi usulan prioritas masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), bahkan sejak masa pemerintahan kepala desa sebelumnya.

“Jalan lingkar ini selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat dan setiap tahun diusulkan dalam Musrenbang. Namun sampai hari ini belum juga ada realisasi pembangunan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan secara berulang-ulang melalui berbagai forum resmi perencanaan pembangunan.

Kekecewaan warga semakin bertambah karena sebelumnya sempat muncul informasi bahwa proyek tersebut telah masuk dalam tahap perencanaan dan tinggal menunggu proses penganggaran. Namun hingga pertengahan tahun 2026, kondisi di lapangan belum menunjukkan adanya tanda-tanda pengerjaan.

Akibat ketidakpastian tersebut, sebagian warga mulai menyuarakan keinginan untuk mengambil kembali lahan yang telah mereka serahkan untuk kepentingan pembangunan jalan.

“Warga merasa telah berkorban demi kepentingan bersama. Jika pembangunan ini terus tertunda tanpa kejelasan, masyarakat mempertimbangkan untuk memanfaatkan kembali lahan tersebut sebagai area pertanian dan perkebunan,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kini perhatian masyarakat tertuju kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Walikota Alvin, S.H. Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait kelanjutan pembangunan jalan lingkar tersebut, baik melalui penganggaran maupun tahapan pelaksanaan yang jelas.

Bagi masyarakat Sungai Jeruang, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan simbol hadir atau tidaknya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pinggiran kota.
Masyarakat berharap janji pembangunan yang selama ini disampaikan tidak berhenti sebatas perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

RED