👁️ Dilihat: 525 kali

KERINCI SUARA INDEPENDENT.COM — Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang menelan anggaran sekitar Rp12,9 miliar kini menjadi perhatian masyarakat. Proyek yang diharapkan mampu membantu pengendalian banjir tersebut mendapat berbagai sorotan terkait kualitas pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, kegiatan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera IV Provinsi Jambi.

Pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sekitar Rp12,9 miliar.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Ponjen Mas dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender. Proyek ini difokuskan di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang selama ini kerap menghadapi ancaman banjir saat curah hujan tinggi.

Keberadaan proyek tersebut sebelumnya diharapkan dapat membantu mengurangi risiko luapan Sungai Batang Merao yang berdampak terhadap permukiman masyarakat.

Di tengah proses pengerjaan, sejumlah warga mulai memberikan perhatian terhadap kondisi pekerjaan proyek di lapangan. Masyarakat berharap pembangunan tanggul dilakukan secara maksimal mengingat proyek tersebut memiliki peran penting dalam pengendalian banjir.

Beberapa warga menilai masih terdapat bagian pekerjaan yang perlu mendapat perhatian lebih agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai harapan masyarakat.

“Masyarakat tentu berharap proyek ini benar-benar mampu membantu mengatasi banjir. Karena anggarannya besar, kualitas pekerjaannya juga diharapkan benar-benar baik,” ujar salah seorang warga.

Kekhawatiran masyarakat muncul karena proyek tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan kawasan permukiman warga dari ancaman banjir saat musim hujan.

Warga berharap pembangunan tanggul dan normalisasi sungai dilakukan sesuai standar teknis sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Selain itu, masyarakat juga berharap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut dapat selesai tepat waktu dengan hasil pembangunan yang berkualitas.

Masyarakat meminta pemerintah, instansi teknis, serta pihak pengawas proyek melakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Pengawasan dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

Warga juga berharap adanya keterbukaan informasi terkait progres pekerjaan sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan proyek pengendalian banjir tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait perhatian masyarakat terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.

Penulis : Edi Tamjung