Kerinci Suara Independent.com – Hujan lebat yang disertai angin kencang pada Rabu sore (5/5/2026) kembali membawa duka bagi warga Desa Pengasilama. Permukiman di RT 4 yang berada di sepanjang jalur jalan nasional Kerinci–Bangko kembali terendam banjir bandang, air meluap dengan deras hingga masuk ke rumah-rumah warga tanpa sempat diantisipasi.
Peristiwa ini bukanlah yang pertama. Bagi warga, banjir telah menjadi ancaman berulang setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi ini perlahan menumbuhkan rasa cemas dan kelelahan, karena hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar menyentuh akar persoalan.
Diduga kuat, banjir terjadi akibat sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung derasnya debit air. Selain itu, gorong-gorong yang terpasang dinilai terlalu kecil, sehingga aliran air tersendat dan akhirnya meluap ke permukiman. Air yang datang pun tidak hanya membawa genangan, tetapi juga material kayu, batu, dan lumpur yang memperparah dampak kerusakan.
Suid, salah satu warga terdampak, mengungkapkan harapannya dengan nada penuh keprihatinan. Ia menilai persoalan ini seharusnya bisa dicegah jika infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Setiap hujan deras, kami selalu dihantui banjir. Ini bukan lagi hal baru bagi kami. Kami hanya berharap gorong-gorong yang ada bisa diperbesar, agar air bisa mengalir dengan lancar dan tidak lagi masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keluhan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait. Namun hingga kini, harapan warga masih belum terwujud.
“Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi ini. Harapan kami sederhana, hanya ingin ada perbaikan agar kejadian ini tidak terus berulang. Karena kalau dibiarkan, bukan hanya rumah warga yang terdampak, tapi juga keselamatan jalan nasional yang ada di sini,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 20 kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini. Warga kini berharap adanya langkah nyata dan perhatian serius dari pemerintah untuk mengevaluasi serta memperbaiki gorong-gorong yang ada, agar aliran air dapat berjalan optimal.
Lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur, warga Desa Pengasilama menaruh harapan besar akan hadirnya solusi yang berkelanjutan. Sebab bagi mereka, rasa aman dari ancaman banjir adalah kebutuhan mendasar yang sudah terlalu lama dinantikan.
Penulis : Edi Tanjung





Tinggalkan Balasan