👁️ Dilihat: 99 kali

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang pesisir timur Pulau Honshu, Jepang, pada Senin (20/4/2026) pukul 14.52 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di koordinat 39,92° Lintang Utara dan 142,88° Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk.

“Gempa ini memiliki mekanisme naik atau thrust fault,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Japan Meteorological Agency (JMA) telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Jepang. Status awas diberlakukan di bagian tengah pantai Pasifik Hokkaido, pantai Pasifik Prefektur Aomori, dan Prefektur Iwate.

Adapun status siaga diterapkan di wilayah timur dan barat pantai Pasifik Hokkaido, pantai Laut Jepang di Prefektur Aomori, serta Prefektur Miyagi dan Prefektur Fukushima.

Hasil pemantauan sementara BMKG menunjukkan adanya gelombang tsunami setinggi 60 sentimeter yang terdeteksi di wilayah Miyako pada pukul 15.30 WIB.

BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi pascagempa tersebut.

“Masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang,” kata Rahmat. ( *)