👁️ Dilihat: 66 kali

 MAKASSAR.MediaSindent.Com Pencarian panjang upaya evakuasi korban musibah jatuhnya Pesawat Komorsil ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Trasport (IAT) di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.Penuh ketengangan dan melelahkan.

“Betapa tidak tim SAR gabungan selam pencarian dihadapkan dengan bentang alam sanat berat, ditambah dengan ekstremnya cuaca, kabut tebal menyelimuti dan curamnya lokasi kawasan tempat ditemukan jatuhnya pesawat.

Berkat upaya kegigih dan perjuangan kemanusiaan tak kenal menyerah membuahbuah hasil 10 korban berhasil dievakuasi Saat ini seluruh Jenazah korban sudah diserahkan kepada Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri dari Ketua Operasi SAR Gabungan Marskal Madya TNI Mohammad Syafii kepada Polda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H.Jum”at (23/01/2026) untuk diidenfikasi sebelum diserahkan pada keluarga.

“Syafii juga menyelaskan semua proses operasi SAR gabungan pencarian dan evakusai jatuhnya pesawat ATR 42-500 sejak hari pertama, Saptu (17/01/2026), Tim SAR gabungan telah berupaya secara maksimal dengan megetahakan segenap kemampuan serta sumber daya, bahkan telah pula dikerahkan dangan menurunkan tim berkeahlian khusus, untuk menghadapi bentang alam sagat sulit yang berat ditambah ekstremnya cuaca tidak bersahat “jelasnya

Faktor Penyebab terjadinya musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 diklasifikasikan insiden ini sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT) atau pesawat menabrak lereng gunung.

Diinformasikan Pesawat ATR 42-500, tersebut diketahui membawa 10 orang penumpang on board, sejak hari pertama dilaksanakan Operasi SAR Gabungan hingga akhir pelaksanaan operasi, tim SAR telah berhasil menemukan total 11 paket, terdiri dari 10 paket body pack dan 1 paket body part.

“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk dilakukan proses identifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Mohammad Syafii

Selain semua korban telah ditemukan, Mohammad Syafii menjelaskan juga bahwa black box pesawat juga telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di hari kelima (23/01). Saat ini, black box tersebut sedang dalam proses analisis dan identifikasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Black box yang ditemukan saat ini sedang ditangani oleh KNKT untuk proses investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan pesawat secara teknis,” tambahnya.

Berdasarkan hasil briefing dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pencarian dengan berbagai pertimbangkan dari hasil operasi pencarian, evakuasi, serta hasil evaluasi di lapangan, maka Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500, dihadap Pers Syafii berterima pada semua pihak telah membantu tim SAR gabungan dan per hari ini kami nyatakan resmi ditutup,” ujar Marskal Madya TNI Mohammad Syafii. Penuh keharuan(Red)