👁️ Dilihat: 52 kali

MAKASSAR.MediaSindent.ComMemasuki hari ke empat Operasi Tim SAR gabungan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Selasa (20/01/2026) terus dilakukan dengan menyisir beberapa titik berdasarkan koordinat disekitar diketemukan serpihan puing pesawat.

“Kendati dihadapan dengan ekstremnya cuaca tidak mendukung dan beratnya bentang alam harus dijelahahi, tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban pesawat ATR 42-500 milik PT. Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami musibah dikawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Sulawesi Selatan.

“Dikutif dari penyelasan Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar sekaligus Koordinator Misi SAR (SMC), Muhammad Arif Anwar,dari bebagai media, menyatakan memasuki hari keempat operasi, pencarian dan Evakuasi, hari ini mengutamakan pendekatan sistematis dan terukur.

“Fokus Pencarian pada tirik titik area temuan awal lokasi korban pertama dan serpihan badan pesawat, hingga mesin dan sayap di sekitar air terjun,” jelas Muhammad Arif Anwar.

“Agar areal pencarian lebih terfokus, Tim SAR gabungan terbagi dalam sembilan unit pencarian (SRU) yang dikerahkan sesuai sektor dengan kompleksitas berbeda. SRU 1 hingga SRU 5 melakukan penyisiran mendalam di zona awal ditemukannya korban, serta serpihan jendela, mesin pertama, tangga kursi, serta barang pribadi penumpang.

Sementara, SRU 6 mendalami lokasi ekor pesawat yang diduga terperosok di kedalaman sekitar 200 meter. Dan Di sisi evakuasi, SRU 7 bertugas memindahkan korban ke titik kumpul di area persawahan Kampung Baru dan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.”Jelas Arif

“Saat ini operasi pencarian, tim SAR juga mendapat dukungan dari udara oleh SRU 9 dengan menggunakan helikopter dari Lanud Hasanuddin untuk melakukan pemantauan wilayah pencarian sekaligus pemetaan ulang medan pencarian, diakui oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar sekaligus Koordinator Misi SAR (SMC), Muhammad Arif Anwar, tantangan utama harus dihadapi Tim SAR masih pada kondisi alam yang cukup berat, ditambah cuaca tidak mendukung.

“Medan curam dan cuaca ekstrem sangat mempengaruhi gerak kangkah operasi, karena menghadapi kondisi demikian, harus juga menjaga keselamatan personel, tetap jadi prioritas utama dalam setiap tindakan” tegasnya.

Operasi SAR yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, terus berlangsung dan setiap Perkembangan terkini akan disampaikan secara bertahap seiring peningkatan intensitas pencarian dan evakuasi”tuturnya.