👁️ Dilihat: 79 kali

KERINCI MEDIA SINDENT.COM – Penantian panjang para wakil rakyat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DPRD Kabupaten Kerinci akhirnya terjawab. Akses jalan utama menuju gedung wakil rakyat yang selama ini dikenal “horor” dan membahayakan, kini telah rampung dibangun dengan konstruksi aspal hotmix.

Rasa lega pun tak bisa disembunyikan oleh para anggota DPRD maupun pegawai yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Sebelumnya, kondisi jalan ini memang menjadi momok menakutkan, terutama karena kontur tanah yang memiliki turunan terjal.

“Dulu kalau hujan, lewat sini itu taruhannya nyawa. Turunannya curam dan sangat licin. Alhamdulillah sekarang sudah diaspal, kami merasa jauh lebih lega dan aman saat ngantor,” ujar salah satu pegawai yang enggan disebutkan namanya.

Namun, euforia jalan baru ini sedikit tercederai oleh temuan di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung tim redaksi pada Senin (19/01/2026), kualitas pengerjaan proyek infrastruktur vital ini menuai tanda tanya besar.

Meski secara kasat mata jalan sudah terlihat hitam mulus, detail pengerjaan di beberapa titik terlihat memprihatinkan.

Hasil penelusuran di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan fisik :

  1. Permukaan Bergelombang: Di beberapa titik, badan jalan dan bahu jalan terlihat tidak rapi dan bergelombang. Hal ini dikhawatirkan akan mengurangi kenyamanan dan keamanan berkendara, terutama bagi kendaraan roda dua.

  2. Ketebalan Bervariasi: Ketebalan aspal hotmix terlihat tidak seragam di sepanjang jalur. Ada bagian yang terlihat tebal, namun di bagian lain tampak tipis, memicu kekhawatiran jalan tidak akan bertahan lama (cepat rusak).

  3. Finishing Kasar: Pengerjaan pengaspalan di sisi pinggir (bahu jalan) terkesan dikerjakan terburu-buru dan tidak rata.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur ini berasal dari uang rakyat. Publik berharap pihak terkait, baik dinas terkait maupun kontraktor pelaksana, segera melakukan pengecekan ulang atau finishing sebelum masa pemeliharaan habis.

Jangan sampai jalan yang baru seumur jagung ini kembali rusak dan membahayakan pengendara hanya karena kurang maksimal.

(Tim Redaksi Media Sindent)