PALEMBANG MEDIA SINDENT –Ā Di tengah modernisasi, Provinsi Sumatra Selatan berhasil mempertahankan daya tarik budaya melalui legenda Pangeran Serunting, atau yang lebih dikenal sebagai Si Pahit Lidah. Legenda yang telah berakar selama berabad-abad ini kini tidak lagi sekadar menjadi sastra lisan, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama wisata sejarah dan penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat di wilayah Basemah dan sekitarnya.
Filosofi Lisan dan Fondasi Moral
Pangeran Serunting dikisahkan sebagai sosok bangsawan yang memperoleh kemampuan spiritual tinggi usai menjalani pertapaan di Gunung Siguntang. Julukan “Si Pahit Lidah” melekat padanya karena kesaktian Sabda Dadiākemampuan di mana setiap ucapannya diyakini dapat menjadi kenyataan.
Secara sosiologis, legenda ini lebih dari sekadar cerita mistis. Bagi masyarakat Sumatra Selatan, kisah ini merupakan instrumen edukasi moral tentang pentingnya menjaga integritas lisan, kebijaksanaan dalam berucap, serta tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.
Eksplorasi Wisata Berbasis Mitologi
Kekuatan narasi Si Pahit Lidah telah menghidupkan berbagai destinasi wisata unggulan yang kini menjadi prioritas kunjungan wisatawan:
-
Situs Gua Putri (Kabupaten OKU): Menghadirkan eksotisme stalaktit dan stalagmit yang dipercaya sebagai sisa-sisa fragmen kehidupan istana yang membatu. Kawasan ini kini telah dilengkapi dengan museum arkeologi yang memadukan keindahan alam dengan edukasi prasejarah.
-
Kawasan Megalitikum (Lahat & Pagar Alam): Sebagai salah satu pusat peradaban megalitikum terbesar di Indonesia, ribuan situs batu purba di sini kerap dikaitkan dengan jejak perjalanan Pangeran Serunting, menciptakan pengalaman wisata yang penuh misteri dan sejarah.
-
Wisata Religi Pelang Kenidai: Makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir sang Pangeran di Pagar Alam kini menjadi destinasi wisata religi dan pusat studi silsilah bagi peneliti budaya Basemah.
Dampak Ekonomi dan Pelestarian Warisan
Identitas “Si Pahit Lidah” kini juga merambah ke sektor komoditas unggulan. Salah satu keberhasilannya adalah branding kopi Robusta Pagar Alam yang menggunakan nama sang legenda. Strategi ini terbukti meningkatkan nilai tambah produk UMKM lokal dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional.
Pemerintah daerah setempat melalui berbagai kebijakan terus berupaya mengintegrasikan warisan budaya takbenda (intangible heritage) ini ke dalam skema wisata edukasi. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pariwisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga informatif dan menghormati norma sosial yang berlaku.
Melalui sinergi antara sejarah, mitologi, dan potensi alam, legenda Si Pahit Lidah terbukti mampu menjadi motor penggerak sektor pariwisata berkelanjutan yang memperkokoh jati diri Sumatra Selatan di kancah global.
Sumber Informasi:
-
Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan (southsumatratourism.com)
-
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI
-
Arsip Sejarah Lisan Masyarakat Basemah.
-
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun sebagai upaya pelestarian warisan budaya dan promosi potensi daerah. Seluruh konten telah melalui kurasi informasi dari publikasi resmi dan catatan sejarah untuk memastikan akurasi serta kepatuhan terhadap standar informasi publik.





Tinggalkan Balasan