šŸ‘ļø Dilihat: 72 kali

Literasi Digital: Senjata Penting di Tengah Deru Kemajuan Teknologi

Oleh: Fitri Gustiawan
Mahasiswa Prodi S-1 Kebidanan FIKES UNDHARI

Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi digital telah berkembang sangat cepat dan mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, dan bersosialisasi telah berubah karena internet, smartphone, dan kecerdasan buatan.

Namun, di balik semua kemudahan ini, ada masalah yang cukup besar. Banyak orang yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi ini dengan baik, sehingga mereka ketinggalan dan bahkan terancam tidak bisa menggunakannya sama sekali. Ini membuat jurang pemisah yang semakin melebar antara orang yang bisa menggunakan teknologi digital dengan baik dan orang yang tidak bisa.

Di sinilah literasi digital muncul bukan sekadar sebagai keterampilan tambahan, melainkan sebagai senjata penting—bahkan kebutuhan dasar—untuk bertahan dan berdaya di era modern. Literasi digital yang hakiki bukanlah sekadar kemampuan mengoperasikan gawai atau media sosial, melainkan kapasitas kritis untuk mencari, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi secara bertanggung jawab dan efektif di dunia digital.

Pertama, kemajuan teknologi membuat banyak sekali informasi yang berseliweran di mana-mana. Setiap detiknya, banyak sekali data dan konten yang dibuat dan disebarluaskan lewat platform digital. Jika masyarakat tidak punya pengetahuan digital yang cukup, maka mereka bisa terjebak dalam berita-berita yang tidak benar, berita palsu, dan berita bohong.

Kita harus bisa memeriksa sumber berita, membedakan antara fakta dan opini, serta mengenali bias dalam sebuah berita. Ini penting untuk membuat kita bisa berpikir sehat. Contohnya, banyak sekali berita palsu tentang kesehatan dan politik yang bisa membuat masyarakat panik dan terbagi-bagi.

Menurut survei, masih banyak pengguna internet yang membagikan informasi hanya berdasarkan judul provokatif tanpa membaca keseluruhan isi. Literasi digital sangat penting karena berfungsi sebagai imunitas kognitif yang melindungi ruang publik dari infeksi kabar bohong dan menjaga kualitas diskusi kebangsaan.

Dengan memiliki literasi digital, kita dapat memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan yang salah, sehingga kita tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong. Literasi digital juga membantu kita untuk berpikir kritis dan memiliki penilaian yang tepat tentang informasi yang kita terima.

Kedua, perkembangan teknologi telah mengubah banyak hal, terutama di bidang ekonomi digital dan otomatisasi. Ini membuat perubahan besar pada dunia kerja. Banyak pekerjaan yang dulu ada sekarang sudah tidak ada lagi, tetapi sekarang juga banyak pekerjaan baru yang muncul, seperti pemasaran digital, analis data, pembuatan konten, dan pengembangan perangkat lunak.

Literasi digital sangat penting di sini karena kita harus bisa menyesuaikan diri, belajar sendiri dengan menggunakan platform online, dan menguasai alat-alat digital yang relevan dengan bidang kerja kita. Orang yang melek digital tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga bisa membuat sesuatu yang baru dan berguna dengan teknologi itu.

Mereka bisa memulai usaha baru dengan teknologi, atau membuat pekerjaan mereka lebih efisien. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memiliki kemampuan dasar untuk menggunakan teknologi dengan baik. Perbedaan antara orang yang tinggal di kota dan di desa, serta antara orang yang muda dan tua, masih sangat besar.

Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini, maka kemajuan teknologi hanya akan membuat orang yang sudah kaya dan terampil menjadi lebih kaya, sementara orang lain akan tertinggal.

Ketiga, aspek keamanan dan privasi sering kali menjadi korban dari rendahnya literasi digital. Kemajuan teknologi membawa serta ancaman siber yang semakin canggih: phishing, pencurian data, ransomware, hingga eksploitasi terhadap anak-anak di ranah online.

Banyak pengguna yang tidak menyadari pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, atau memahami setelan privasi di media sosial. Mereka dengan mudah membagikan data pribadi yang berharga tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.

Literasi digital mencakup pemahaman tentang jejak digital (digital footprint) dan cara melindungi diri di dunia maya. Ini adalah bentuk digital self-defense yang wajib dimiliki setiap warga net. Tanpanya, kemajuan teknologi justru menjadi pintu terbuka bagi pelanggaran hak-hak privasi dan kejahatan yang merugikan.

Di balik semua kesulitan, kemajuan teknologi memberikan kita cara yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi digital. Kita bisa menggunakan aplikasi pembelajaran online, kursus gratis di internet, webinar, dan konten edukatif di media sosial.

Siapa saja bisa mengaksesnya. Tetapi, hanya mengakses saja tidak cukup. Kita membutuhkan kerja sama yang terstruktur dan terorganisir dari semua pihak yang terkait.

Pemerintah harus memasukkan pelajaran tentang kemampuan menggunakan teknologi digital yang lengkap dan sesuai dengan keadaan sekarang ke dalam sistem pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar.

Perusahaan swasta dan komunitas bisa membantu dengan menyediakan pelatihan dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang pentingnya kemampuan menggunakan teknologi digital. Keluarga, sebagai unit terkecil, harus mulai membangun dialog tentang penggunaan teknologi yang sehat dan aman.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi pasti akan terjadi. Ia seperti pedang yang memiliki dua sisi, yaitu sisi yang baik dan sisi yang buruk. Teknologi bisa menjadi alat yang membantu kita maju dan bebas, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah dan kesengsaraan jika kita tidak menggunakan teknologi tersebut dengan bijak.

Literasi digital adalah kunci untuk menentukan bagaimana kita menggunakan teknologi. Ia membantu kita memahami mana sisi teknologi yang baik dan mana sisi teknologi yang buruk. Dengan literasi digital, kita bisa membentuk masyarakat digital yang tidak hanya pintar dalam menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas, kritis, dan memiliki etika yang baik.

Ini akan membuat kita menjadi lebih manusiawi dalam menggunakan teknologi. Dengan memperkuat literasi digital, kita bukan hanya mengejar ketertinggalan di bidang teknologi, tetapi lebih penting, memastikan bahwa kemajuan yang kita raih membawa pada keadilan, kesejahteraan bersama, dan peradaban yang lebih baik.

Pesan utamanya tunggal: Di era deru kemajuan teknologi, investasi terpenting yang harus kita tanamkan adalah investasi pada kapasitas manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab di ruang digital.