👁️ Dilihat: 47 kali

Media Sindent, Sungai Penuh – Pemandangan unik sekaligus mengundang perhatian terjadi di depan rumah dinas Wakil Wali Kota (Wawako) Sungai Penuh. Hampir setiap sore, kawasan tersebut dipadati warga yang datang untuk berbelanja di pasar sore dadakan.

Pantauan media ini, deretan pedagang kuliner berjejer menjajakan aneka makanan dan minuman yang menggugah selera. Mulai dari jagung bakar, roti bakar, sate, hingga aneka jus segar, semuanya ramai diserbu pembeli. Tak heran, hampir setiap sore suasana di depan rumah dinas Wawako selalu dipadati pengunjung.

Namun di balik keramaian itu, sejumlah warga terutama pengendara justru merasa resah. Bahu jalan yang seharusnya menjadi ruang kendaraan kini dipenuhi lapak pedagang. Belum lagi parkir kendaraan pengunjung yang memakan badan jalan sehingga membuat jalur semakin sempit dan rawan kecelakaan.

“Kalau lewat sini sore-sore harus benar-benar pelan. Bahu jalan dipakai pedagang, ditambah parkir kendaraan yang semrawut sampai ke tengah jalan. Kondisi ini sangat berbahaya,” keluh salah seorang pengendara.

Kondisi semrawut itu bukan hanya menimbulkan keresahan, tapi juga mengubah wajah kota. Wajah Sungai Penuh yang seharusnya tampak rapi justru tidak lagi terlihat, tergantikan oleh kerumunan warga yang berebut berbelanja sambil lalu-lalang menggunakan sepeda motor.

Tak hanya itu, Imron, salah seorang warga, menegaskan keberadaan pasar sore ini berdampak pada sepinya pasar kuliner resmi yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai pusat jajanan kota.
“Pasar kuliner yang resmi malah sepi, karena orang lebih memilih belanja di depan rumah dinas. Pemerintah harus memikirkan ulang penataan ini,” ujarnya.

Masyarakat pun meminta dinas terkait bertindak tegas untuk menertibkan kondisi jalan di depan rumah dinas Wawako. Warga berharap, aktivitas pasar sore tetap bisa berjalan, namun dengan penataan yang lebih baik agar tidak mengorbankan keselamatan pengguna jalan dan wajah kota Sungai Penuh.

Hingga berita ini diterbitkan, Wawako Sungai Penuh belum memberikan konfirmasi terkait fenomena pasar sore di depan rumah dinasnya tersebut.