👁️ Dilihat: 45 kali

Kerinci Media Sindent – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Gedung Serbaguna Desa Pengasilama pada Sabtu malam (22/8/2025). Marhum resmi dinobatkan dan memegang tampuk kepemimpinan adat sebagai Depati Biang Sari, menggantikan Mudar yang sebelumnya mengemban amanah mulia tersebut.

Pengukuhan ini menjadi momen bersejarah, karena tidak hanya sekadar penobatan adat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di tengah perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Prosesi sakral itu dihadiri oleh para Depati dan Ninik Mamak dari Desa Muak, tokoh masyarakat, serta undangan yang memenuhi ruang acara. Dengan iringan doa dan adat istiadat, jalannya pengukuhan berlangsung lancar, penuh rasa hormat, dan sarat makna.

Masyarakat tampak larut dalam suasana haru. Bagi mereka, pengukuhan ini bukan hanya tentang pergantian pemimpin adat, tetapi juga pengingat bahwa estafet kepemimpinan harus terus dijaga demi kelestarian budaya dan keharmonisan hidup bermasyarakat.

“Gelar ini adalah amanah besar. Insya Allah akan saya pikul dengan sepenuh hati, demi kebaikan dan kebersamaan anak jantan dan anak batino Desa Pengasilama,” ungkap Marhum dengan suara bergetar, yang disambut tepuk tangan hangat hadirin.

Prosesi pengukuhan ini menegaskan bahwa adat istiadat tetap hidup dan berdenyut dalam kehidupan masyarakat Kerinci. Kehadiran generasi baru pemimpin adat menjadi penanda harapan akan masa depan yang lebih baik, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.