👁️ Dilihat: 57 kali

Jakarta – Banyak ibu hamil mengeluhkan lebih sering digigit nyamuk selama masa kehamilan. Ternyata, keluhan ini bukan sekadar perasaan, melainkan fakta medis yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

Menurut Joseph Conlon, entomolog medis sekaligus penasihat teknis untuk American Mosquito Control Association, nyamuk memang lebih tertarik pada ibu hamil, terutama saat musim panas. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor tubuh yang berubah selama kehamilan.

Penyebab Ibu Hamil Sering Digigit Nyamuk

Nyamuk mencari mangsa dengan mendeteksi karbon dioksida (CO₂), keringat, dan suhu tubuh. Pada ibu hamil, jumlah udara yang dihirup dan diembuskan meningkat, sehingga menghasilkan lebih banyak CO₂ yang memikat nyamuk.

Penelitian University of Durham, Inggris, bahkan mencatat bahwa ibu hamil pada usia lanjut kehamilan mengembuskan napas 21 persen lebih banyak dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Suhu tubuh yang lebih hangat juga membuat ibu hamil mengeluarkan zat volatil dari kulit, sehingga lebih mudah terdeteksi nyamuk.

“Ibu hamil mungkin lebih menarik bagi nyamuk,” ujar Conlon.

Hal ini diperkuat oleh studi BMJ tahun 2000 yang menekankan pentingnya perlindungan ekstra untuk ibu hamil, terutama pada kehamilan pertama.

Risiko Ibu Hamil Digigit Nyamuk

Gigitan nyamuk pada ibu hamil tidak bisa dianggap sepele. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa jenis nyamuk dapat menularkan penyakit berbahaya seperti virus West Nile, Zika, hingga Eastern Equine Encephalitis. Infeksi tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan ibu maupun janin.

Cara Melindungi Ibu Hamil dari Gigitan Nyamuk

Agar lebih aman, berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan pakaian berwarna terang. Studi Nature 2022 menunjukkan nyamuk tertarik pada warna merah dan oranye, sementara hijau, ungu, biru, dan putih cenderung diabaikan.

  2. Kenakan pakaian panjang dan longgar. Pakaian ketat masih bisa ditembus gigitan nyamuk. Pilih bahan dengan tenunan rapat untuk perlindungan ekstra.

  3. Gunakan pengusir nyamuk berbahan DEET. Studi di Obstetrics & Gynecology membuktikan DEET aman digunakan ibu hamil dalam jumlah wajar dan tidak berbahaya bagi janin.

Kesimpulan: Perubahan fisiologis saat hamil membuat ibu lebih mudah digigit nyamuk. Perlindungan sederhana seperti memilih pakaian tepat, memakai kelambu, hingga menggunakan repelan yang aman bisa membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi.