šŸ‘ļø Dilihat: 45 kali

Kerinci MSNC- Ā Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peralihan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Digitalisasi Pelayanan di Kabupaten Kerinci, pada Selasa (5/8/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Kerinci ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi transformasi sistem pelayanan sosial di tingkat desa dan kelurahan. Seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Kerinci hadir dalam kegiatan tersebut, menandakan komitmen kolektif untuk mendukung peralihan menuju sistem yang terintegrasi, akurat, dan efisien.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menekankan bahwa peralihan dari DTKS ke DTSEN bukan sekadar perubahan teknis, melainkan lompatan besar menuju pelayanan sosial yang lebih transparan dan tepat sasaran.

ā€œAkurasi data adalah fondasi dalam merancang kebijakan sosial yang berpihak pada rakyat. DTSEN hadir untuk memastikan bahwa bantuan sosial hanya diberikan kepada yang benar-benar berhak. Di sinilah pentingnya peran aktif kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak pendataan yang valid,ā€ tegas Monadi.

Ia juga menyampaikan bahwa digitalisasi pelayanan sosial merupakan keniscayaan di era saat ini. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong agar sistem pelayanan publik berbasis data dan teknologi dapat diterapkan hingga ke tingkat desa.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah kabupaten dengan aparatur pemerintahan desa dan kelurahan. Kolaborasi ini bertujuan agar proses peralihan data dan digitalisasi pelayanan dapat berjalan efektif, cepat, dan tanpa hambatan administratif.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci menyatakan bahwa DTSEN akan menjadi referensi tunggal nasional dalam penyaluran program-program bantuan sosial. Dengan sistem ini, ketimpangan data antarinstansi bisa diminimalisasi, sehingga penerima bantuan benar-benar tepat sasaran.

Sosialisasi ini berjalan lancar dan dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi data sosial dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, terutama mereka yang rentan secara ekonomi.

Dengan penerapan DTSEN, pemerintah berharap seluruh penduduk miskin dan rentan miskin dapat teridentifikasi secara akurat, serta menerima program intervensi yang sesuai dengan kebutuhannya.

ā€œDigitalisasi bukan berarti menjauhkan pemerintah dari masyarakat, justru sebaliknya, dengan data yang terintegrasi, kita bisa hadir lebih cepat dan tepat di tengah masyarakat yang membutuhkan,ā€ pungkas Bupati Monadi.