Merangin MSNC – Â Nasib tragis nyaris menimpa Ramli (46), seorang petani kopi asal Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. Ia harus berjuang antara hidup dan mati setelah diserang dua ekor harimau liar saat memanen kopi di kebunnya yang terletak di kawasan hutan Desa Birun.
Insiden mencekam ini terjadi saat Ramli hendak pulang ke pondok usai memetik kopi. Tanpa diduga, dua harimau muncul tiba-tiba dari bawah pondok dan langsung menerkamnya. Dalam keadaan panik, Ramli sempat bergelut dan menendang salah satu hewan buas tersebut hingga akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
âAyah kaget dan langsung diserang. Tapi beliau melawan, menendang harimau, dan berhasil kabur meski tubuhnya penuh luka,â ungkap Riski, anak korban.
Ramli ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka robek cukup parah di bagian kepala dan tubuh. Ia segera dievakuasi ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko, tempat ia kini dirawat secara intensif.
Kapolres Merangin, AKBP Roni Syahlendra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi untuk menindaklanjuti kasus ini dan memastikan keselamatan warga sekitar.
âKami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan agar selalu waspada. Jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar, segera laporkan ke pihak berwenang,â tegas Kapolres.
Kejadian ini menambah panjang daftar konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Merangin. Keluarga korban berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar serangan harimau tidak kembali memakan korban.
Ketegangan antara manusia dan alam terus berlanjut di Merangin, mengingatkan semua pihak bahwa konservasi dan keselamatan warga harus berjalan seimbang (*)





Tinggalkan Balasan