šŸ‘ļø Dilihat: 74 kali

KerinciĀ  MSNC – Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Benik, Kabupaten Kerinci, saat Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, menghadiri Kenduri Sudah Tuai pada Minggu, 18 Mei 2025. Upacara adat yang digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen melimpah itu, bukan sekadar tradisi, melainkan juga simbol kuatnya nilai adat dan spiritualitas masyarakat Kerinci.

Tradisi Kenduri Sudah Tuai telah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dari tanah yang subur. Masyarakat Desa Benik, bersama para tokoh adat dan Ketua Lembaga Adat setempat, menyambut hangat kedatangan Bupati Monadi, menjadikannya bagian dari keluarga besar Benik pada hari yang sarat makna ini.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.

ā€œKami atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas undangan ini. Kehadiran kami di sini bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Benik,ā€ ujar Monadi, dengan suara yang penuh ketulusan di hadapan warga.

Bupati Monadi juga menekankan pentingnya melestarikan adat istiadat seperti Kenduri Sudah Tuai. Menurutnya, adat bukan sekadar budaya, tetapi juga cara masyarakat menerapkan nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

ā€œAdat istiadat memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat. Ini adalah pedoman hidup yang sejalan dengan nilai agama. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan mewariskannya,ā€ tambahnya.

Acara ini diwarnai dengan doa bersama, sajian tradisional, serta semangat gotong royong yang terasa hangat di setiap sudut desa. Kenduri bukan hanya menghubungkan manusia dengan alam dan Sang Pencipta, tapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.

Kehadiran Bupati Monadi di tengah-tengah masyarakat Benik menambah kekhidmatan acara. Ia bukan hanya datang sebagai pemimpin, tetapi sebagai bagian dari denyut nadi tradisi yang terus hidup dalam jiwa masyarakat Kerinci.

( Edi Tanjung )