šŸ‘ļø Dilihat: 65 kali

MINAHASA UTARA, MSNC – Di tengah semilir angin Laut Sulawesi dan riuh semangat para pemimpin daerah se-Indonesia, satu suara hati dari dataran tinggi Sumatra menggema di panggung nasional: suara harapan dari Kerinci. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, dengan langkah pasti dan tekad membara, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang berlangsung 29–31 Mei 2025 di The Sentra Hotel, Minahasa Utara.

Dengan mengusung tema besar ā€œPerkuat Solidaritas Daerah dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045,ā€ Munas kali ini bukan sekadar forum, melainkan panggilan sejarah. Di sana, para bupati berkumpul bukan hanya sebagai pemimpin wilayah, tetapi sebagai penjaga mimpi besar bangsa: mengantar Indonesia menuju masa keemasan 100 tahun kemerdekaan.

Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 25 tahun Apkasi, sebuah organisasi yang sejak awal menjadi jembatan kokoh antara pusat dan daerah. Munas dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) AM Putranto, yang dalam pidatonya menyalakan bara semangat para kepala daerah untuk terus bekerja sepenuh hati dan memperkuat persatuan.

Dalam wawancaranya, Bupati Monadi yang didampingi Sekda Kerinci Zainal Efendi menyampaikan bahwa Munas ini adalah saat yang tepat untuk membangun solidaritas yang tak hanya bersifat administratif, tetapi emosional dan spiritual, demi masa depan rakyat.

ā€œKami tidak datang hanya untuk hadir secara fisik. Kami membawa suara dan harapan masyarakat Kerinci. Visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh daerah bangkit bersama, dengan kerja yang jujur, ikhlas, dan profesional,ā€ ungkap Monadi dengan suara mantap, Jumat (30/5).

Bupati Monadi juga mengutip pernyataan Jenderal Putranto yang menyebutkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo mencapai 81% pada April 2025—capaian yang tidak lepas dari program strategis seperti makan bergizi gratis, stabilitas harga pangan, dan pemberantasan korupsi. Namun, menurut Monadi, angka-angka itu tak akan berarti tanpa kerja nyata dari seluruh kepala daerah.

ā€œMari kita bekerja dengan hati dan selalu bersyukur. Kita bukan hanya mengelola anggaran, tapi menjaga masa depan anak-anak bangsa,ā€ katanya menyampaikan pesan penuh makna.

( Edi Tanjung )