👁️ Dilihat: 64 kali

Sungai Penuh, Jambi. MSNC- Bencana lingkungan kembali terjadi di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Renah Padang Tinggi (RPT), Kota Sungai Penuh. Untuk ketiga kalinya, tanggul penahan sampah di TPAS RPT jebol pada Rabu sore (30/04/2025) sekitar pukul 18.15 WIB, diduga akibat curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Jebolnya tanggul di salah satu sisi area TPAS menyebabkan air bercampur sampah meluap dan mengalir deras hingga ke badan jalan nasional yang menghubungkan Sungai Penuh dengan Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tepatnya di kilometer 7. Sampah yang berserakan menimbulkan bau menyengat serta mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Seorang warga setempat, Azis, yang merupakan peladang di kawasan Renah Padang Tinggi sekaligus warga Sungai Ning, membenarkan bahwa tumpukan sampah yang memenuhi jalan memang berasal dari area TPAS yang jebol. “Sampah itu turun dari TPAS karena tanggulnya jebol lagi akibat derasnya air hujan. Ini kejadian yang ketiga,” ujarnya.

Azis mengungkapkan bahwa insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, yakni pada akhir tahun 2023, tepatnya bulan Desember, ketika curah hujan tinggi selama hampir sepekan menyebabkan limpasan sampah mengalir ke sungai dan jalan. “Waktu itu, sebagian besar sampah juga terbawa ke Sungai Bungkal. Kini hal yang sama terulang,” tambahnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Azis, TPAS RPT terletak di kawasan berketinggian sekitar 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Jika seluruh tanggul jebol secara bersamaan, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi warga Kota Sungai Penuh, tetapi juga masyarakat di wilayah Depati Tujuh Kabupaten Kerinci, mengingat aliran air mengarah ke kawasan tersebut.

“Kondisi ini jelas sangat membahayakan, terutama dari segi kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu meninjau ulang keberadaan TPAS di lokasi ini sebelum terjadi bencana yang lebih besar,” tegas Azis.

Dalam kejadian terbaru ini, selain meluapnya sampah, sebuah mobil minibus jenis Toyota Xenia berwarna hitam juga ikut terseret arus bersama sampah. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kendaraan tersebut milik seorang mantan pegawai PDAM. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Azis menambahkan, insiden ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya Dinas Lingkungan Hidup sebagai pengelola TPAS RPT, untuk mengevaluasi ulang kebijakan pengelolaan sampah di kawasan yang secara geografis rawan longsor dan limpasan air tersebut.