👁️ Dilihat: 59 kali

KERINCI JAMBI .MSNC – Di tengah derasnya arus modernisasi, Kabupaten Kerinci tetap teguh menjaga denyut tradisi dan kearifan lokal yang telah menjadi warisan turun-temurun. Sabtu pagi yang cerah (12/4/2025), Sungai Sandar di Desa Pungut Tengah, Kecamatan Air Hangat Timur, menjadi panggung sebuah peristiwa budaya yang sarat makna: pembukaan dan pemanenan ikan semah di Lubuk Larangan, sebuah tradisi sakral yang dijaga rapi oleh masyarakat setempat.

Hadir secara langsung dalam momen istimewa tersebut, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti Monadi, S.E. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci itu disambut hangat oleh masyarakat, menambah semarak dan khidmat acara yang bukan hanya sebatas panen ikan, namun juga simbol kuat dari upaya melestarikan budaya serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kekompakan masyarakat Desa Pungut Tengah dalam menjaga keberlangsungan Lubuk Larangan. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan bentuk nyata dari filosofi hidup masyarakat Kerinci yang menghormati alam, menjaga ekosistem, serta mengedepankan kebersamaan.

“Tradisi ini adalah bagian dari identitas kita. Melalui Lubuk Larangan, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pangan yang berkelanjutan. Ini adalah contoh bagaimana budaya dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan,” ujar Bupati Monadi, disambut tepuk tangan masyarakat yang memadati tepian sungai.

Lubuk Larangan sendiri merupakan kawasan sungai yang ditutup dari segala aktivitas penangkapan ikan selama periode tertentu, untuk kemudian dibuka pada waktu-waktu yang telah disepakati bersama. Selama masa penutupan, warga dilarang keras mengambil ikan dari sungai tersebut. Hanya saat momen pembukaan  seperti yang terjadi hari itu masyarakat diperbolehkan memanen hasil sungai secara bersama-sama.

Yang menjadi istimewa, ikan semah yang dipanen bukan sembarang ikan. Ikan ini dikenal langka, bernilai ekonomis tinggi, dan dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Kerinci. Proses pembukaan Lubuk Larangan pun dilakukan dengan ritual adat yang penuh khidmat, menandakan betapa tingginya nilai kultural yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK, Novra Wenti Monadi, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam mendukung upaya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.

“Kami dari TP PKK melihat ini sebagai momentum untuk mengedukasi keluarga, terutama ibu-ibu, agar terus menjaga alam sebagai sumber kehidupan. Ketika lingkungan terjaga, pangan pun terjamin,” ungkapnya.

Acara panen ikan semah ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya tahunan, tetapi juga magnet sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Suasana kekeluargaan begitu terasa, ditandai dengan gelak tawa, semangat gotong royong, dan semerbak aroma masakan tradisional yang disajikan warga untuk menyambut tamu dan peserta acara.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat, para perangkat desa, dan unsur Forkopimda, yang semuanya menyuarakan hal senada: menjaga tradisi berarti menjaga jati diri.

Dengan semangat kebersamaan yang kuat dan dukungan nyata dari pemerintah daerah, Desa Pungut Tengah membuktikan bahwa akar tradisi tak pernah lekang oleh waktu. Di balik aliran tenang Sungai Sandar, hidup harapan yang terus mengalir harapan akan masa depan yang lestari, berbudaya, dan mandiri pangan.

Sumber : Kominfo Kerinci

Penulis : Rakina

Editor : Edi Tanjung