👁️ Dilihat: 47 kali

Media Sindent Dharmasraya – Kelompok usaha Tangga Koffie Dusun, yang berlokasi di Perumahan Bumi Lawai, Kenagarian Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, kini mulai bertransformasi menuju usaha kopi botol modern berkat pendampingan dari tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI).

Kelompok yang bergerak di bidang produksi minuman kopi botol ini sebelumnya menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan alat produksi, kemasan yang kurang menarik, hingga strategi pemasaran yang masih konvensional.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai sejak Agustus 2025 hingga sekarang. Tim PKM UNDHARI diketuai oleh Dian Estu Prasetyo, M.Pd, dosen Program Studi Penjaskesrek, dengan anggota Muhammad Sukron, M.Pd (Prodi Penjaskesrek), Ainul Badri, S.H., M.H (Prodi Hukum), serta tiga mahasiswa UNDHARI.

Selain meningkatkan produktivitas mitra, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Kampus Merdeka–Merdeka Belajar (MBKM) yang mendorong keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Ketua kelompok mitra, Feby Kharisna, S.Pd, bersama 12 anggota lainnya, menjalankan produksi secara bergantian. Bahan baku kopi diperoleh langsung dari petani lokal melalui sistem pembelian biji kopi sangrai. Hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional, kas kelompok, serta pengadaan bahan baku dan peralatan baru.

Menurut Dian Estu Prasetyo, sebelum pendampingan, Koffie Dusun menghadapi tiga permasalahan utama.

> “Pertama, dari sisi produksi, keterbatasan alat dan bahan baku membuat hasil tidak konsisten. Kedua, pengemasan masih sederhana dan kurang menarik. Ketiga, pemasaran belum memanfaatkan media digital, sehingga jangkauan pasar hanya sebatas wilayah lokal,” jelasnya.

 

Namun, berkat pendampingan intensif dari tim PKM UNDHARI, Koffie Dusun kini telah mampu berinovasi. Produksi kini menggunakan mesin espresso modern, desain botol dan label dikemas lebih menarik dan informatif, serta pemasaran mulai dilakukan secara digital melalui website produk yang terhubung dengan WhatsApp Business pengelola.

> “Pendampingan dari tim PKM UNDHARI sangat membantu kami dalam mengangkat potensi daerah agar lebih dikenal luas. Kini pemuda-pemudi Dharmasraya mampu memproduksi kopi botol dengan cita rasa khas dan kualitas premium. Kami merasakan peningkatan signifikan dalam produksi, pengemasan, dan pemasaran,” ujar Feby Kharisna.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbudristek melalui DPPM UNDHARI atas dukungan dan pendanaan kegiatan ini.

Melalui program PKM ini, UNDHARI berharap semakin banyak pelaku usaha mikro di Dharmasraya yang mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, dan kolaborasi kampus.