👁️ Dilihat: 89 kali

JAMBI, SUARA INDEPENDENT.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Provinsi Jambi menjadi perhatian masyarakat. Di tengah keresahan akibat kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik, transparansi anggaran dan efektivitas langkah penanganan karhutla turut menjadi sorotan.

Aktivis Kerinci dan Sungai Penuh, Wedi, meminta Pemerintah Provinsi Jambi memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menangani karhutla, termasuk upaya mengendalikan kabut asap dan melindungi kesehatan masyarakat.

Menurut Wedi, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan karhutla di lapangan, langkah konkret yang telah ditempuh pemerintah, serta target penyelesaian persoalan kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas warga.

“Jangan hanya sekadar menjanjikan masyarakat. Coba terangkan bagaimana penanganannya dan sampaikan kapan masalah asap ini selesai,” ujar Wedi.

Ia menilai, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Selain menyoroti penanganan karhutla, Wedi juga mempertanyakan transparansi anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah. Ia meminta pemerintah menjelaskan besaran anggaran yang dialokasikan, peruntukannya, pihak pelaksana kegiatan, serta realisasi penggunaannya.

“Gubernur Al Haris, tolong paparkan anggaran miliaran rupiah itu. Untuk apa, siapa yang menerima, dan bagaimana penggunaannya?” tegasnya.

Wedi menekankan bahwa pertanyaan mengenai anggaran tersebut perlu dijawab melalui data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui bagaimana anggaran penanganan karhutla digunakan dan sejauh mana pelaksanaannya mendukung upaya pengendalian kebakaran serta dampak asap.

Menurutnya, transparansi anggaran juga penting untuk memastikan bahwa penggunaan dana publik dapat diawasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perlindungan Kesehatan Masyarakat Perlu Menjadi Perhatian

Di tengah persoalan kabut asap, Wedi turut menekankan pentingnya langkah perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Ia berharap pemerintah memberikan informasi berkala mengenai kondisi kualitas udara, perkembangan penanganan karhutla, serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan warga.

Ia berpandangan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga perlu disertai upaya pencegahan, pengawasan terhadap potensi kebakaran, dan penanganan dampak asap secara terkoordinasi.

Ketersediaan informasi yang mudah diakses dinilai dapat membantu masyarakat memahami situasi terkini sekaligus mengetahui langkah perlindungan yang perlu dilakukan ketika kualitas udara memburuk.

Pemprov Jambi Diharapkan Memberikan Penjelasan Terbuka

Wedi berharap Pemerintah Provinsi Jambi memberikan penjelasan mengenai kebijakan penanganan karhutla, penggunaan anggaran, serta hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, keterbukaan tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai upaya pemerintah dalam menghadapi persoalan kabut asap.

Ia juga menilai bahwa komunikasi publik yang jelas dan berbasis data dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program penanganan karhutla.

Hingga naskah ini disusun, keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Gubernur Jambi, Al Haris, terkait pertanyaan yang disampaikan Wedi belum tercantum dalam bahan pemberitaan ini. Konfirmasi kepada pihak terkait diperlukan agar informasi mengenai penanganan karhutla dan anggaran yang dipersoalkan dapat disajikan secara berimbang.

Masyarakat berharap penanganan karhutla di Provinsi Jambi berjalan efektif, perlindungan terhadap kesehatan warga menjadi perhatian, dan pengelolaan anggaran dilaksanakan secara transparan serta akuntabel.

Edi Tanjung
SUARA INDEPENDENT.COM