👁️ Dilihat: 76 kali

KERINCI, Suara Independent.com – Suhatril, S.Sos., S.H., M.M., yang menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Kerinci, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kerinci periode 2026–2030.

Suhatril mendapat kepercayaan dari peserta Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI Kabupaten Kerinci yang digelar pada Sabtu (10/10/2026). Terpilihnya Suhatril diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mendongkrak prestasi pencak silat Kabupaten Kerinci di berbagai kejuaraan.

Dari total 26 perguruan pencak silat yang menjadi anggota IPSI Kabupaten Kerinci, sebanyak 24 perguruan hadir dalam Muskab tersebut. Para peserta yang hadir sepakat memberikan amanah kepemimpinan kepada Suhatril. Proses pemilihan itu turut disaksikan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jambi.

Fokus Tingkatkan Prestasi dan Pembinaan Atlet

Usai terpilih, Suhatril menegaskan bahwa jabatan Ketua IPSI bukan sekadar amanah organisasi, melainkan tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui program kerja nyata, terutama dalam meningkatkan prestasi atlet pencak silat.

“Ini tugas baru bagi saya, sekaligus tugas besar. Karena itu, fokus utama saya adalah meningkatkan prestasi,” ujar Suhatril saat dikonfirmasi Jentik.id.

Menurutnya, kemajuan pencak silat di Kabupaten Kerinci membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari manajemen organisasi, sistem pembinaan atlet, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.

Ia menilai, peningkatan prestasi tidak bisa hanya bergantung pada dana hibah pemerintah. Diperlukan strategi yang tepat serta kolaborasi antara pengurus IPSI, perguruan pencak silat, pemerintah, dan pihak swasta agar program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Siapa pun yang mendapat amanah menjadi ketua tentu akan memikirkan hal yang sama, termasuk saya. Mungkin yang membedakan adalah cara dan strategi dalam menjalankannya,” katanya.

Jajaki Kemitraan dengan Perusahaan Swasta

Untuk mendukung pembinaan dan pengembangan organisasi, Suhatril berencana menjajaki peluang kemitraan dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat pembiayaan kegiatan organisasi, meningkatkan kualitas latihan, serta membuka peluang bagi atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendanaan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelatih, dan sistem pembinaan yang terarah juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.

“Untuk meningkatkan prestasi, masih banyak yang harus dibenahi, termasuk memaksimalkan manajemen organisasi dan berbagai aspek pembinaan,” ungkapnya.

Aktifkan Kembali Pusat Latihan, Jaring Bibit Atlet hingga Desa

Selain memperkuat manajemen organisasi dan kemitraan, Suhatril juga berencana mengaktifkan kembali pusat latihan (puslat) pencak silat sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaring bibit atlet potensial.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda di berbagai wilayah Kabupaten Kerinci untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan dalam olahraga pencak silat.

Penjaringan atlet sejak dini dinilai penting agar potensi pesilat dapat ditemukan lebih luas, kemudian dibina secara terarah melalui dukungan perguruan, pelatih, dan pengurus IPSI.

“Penjaringan bibit atlet harus lebih dimasifkan. Salah satu caranya dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan pusat latihan,” tuturnya.

Dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan merata, Suhatril berharap atlet pencak silat Kabupaten Kerinci mampu meningkatkan daya saing dan menorehkan prestasi, baik pada kejuaraan tingkat daerah maupun nasional.

Kepemimpinan Suhatril untuk periode 2026–2030 pun diharapkan menjadi momentum bagi IPSI Kabupaten Kerinci untuk memperkuat kelembagaan, memperluas pembinaan atlet, serta membangun pola kerja yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada kemampuan meraih kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga pada konsistensi membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan pesilat-pesilat potensial dan berprestasi dari Kabupaten Kerinci.

Editor: Yuni Mariana