KERINCI, Suara Independent.com — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci, Hj. Tistiarni, S.Ag., M.Pd.I., memberikan klarifikasi terkait polemik Program Indonesia Pintar (PIP) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Ia menegaskan bahwa dana PIP bagi siswa penerima disalurkan langsung ke rekening masing-masing dan tidak ada pemotongan oleh pihak madrasah.
Menurut Tistiarni, pihak MAN 3 Kerinci tidak menerima maupun memegang dana bantuan PIP milik siswa. Setelah dana disalurkan ke rekening penerima, siswa dapat melakukan pencairan melalui bank sesuai petunjuk dan mekanisme yang berlaku.
“Dana PIP sudah cair dan langsung masuk ke rekening masing-masing siswa penerima. Untuk pengambilannya, siswa dapat langsung ke bank terdekat sesuai petunjuk yang telah diberikan,” ujar Tistiarni.
Ia kembali menegaskan bahwa dana PIP merupakan hak siswa penerima dan pihak madrasah tidak melakukan pemotongan terhadap bantuan tersebut.
“Tidak ada potongan dari pihak sekolah. Dana yang masuk ke rekening siswa merupakan hak siswa penerima dan pengambilannya dilakukan langsung melalui bank sesuai prosedur,” tegasnya.
Madrasah Membantu Kelengkapan Administrasi
Tistiarni menjelaskan, keterlibatan MAN 3 Kerinci dalam proses pencairan PIP sebatas membantu kelancaran administrasi siswa.
Surat keterangan yang diperlukan untuk proses pencairan dibuat oleh operator madrasah berdasarkan data siswa penerima. Selanjutnya, surat tersebut ditandatangani oleh kepala madrasah sebagai salah satu kelengkapan persyaratan untuk pencairan dana di bank.
“Pihak sekolah membantu memberikan keterangan yang dibuat oleh operator. Saya sebagai kepala madrasah menandatangani surat keterangan tersebut sebagai salah satu persyaratan siswa untuk mengambil dana di bank,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, pencairan dana PIP dilakukan langsung oleh siswa penerima melalui rekening masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
Orang Tua Siswa Apresiasi Program PIP
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa penerima PIP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan keluarga besar MAN 3 Kerinci, khususnya di bawah kepemimpinan Hj. Tistiarni, S.Ag., M.Pd.I.
Menurutnya, bantuan PIP memberikan manfaat bagi keluarga penerima karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan khususnya keluarga besar MAN 3 Kerinci di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Tistiarni, S.Ag., M.Pd.I. Kami sangat menghargai upaya pihak madrasah dalam membantu kelancaran program PIP bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Ia mengatakan dana PIP yang diterima anaknya diterima secara utuh tanpa adanya potongan.
“Alhamdulillah, dana yang diterima siswa kami terima secara utuh. Tidak ada potongan satu persen pun. Semua dana yang menjadi hak siswa kami terima bersih,” tambahnya.
Ia berharap program PIP dapat terus memberikan manfaat bagi siswa yang membutuhkan dan membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Terkait Informasi Kegiatan Yasinan
Di tengah polemik tersebut, sebelumnya muncul informasi dari seorang siswa yang disampaikan kepada awak media melalui percakapan DM Instagram pada Jumat (18/9/2026).
Siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut mengaku bahwa persoalan PIP sempat dibahas dalam kegiatan yasinan. Ia juga mengaku terdapat penyampaian kepada siswa mengenai pemberitaan yang sedang berkembang.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada salah seorang guru yang mengaku sebagai Wakil Kepala MAN 3 Kerinci. Guru tersebut membantah apabila penyampaian yang dilakukannya disebut sebagai kemarahan maupun intimidasi terhadap siswa.
“Bukan marah, cuma menerangkan berita yang beredar, Ndi. Itu abang yang menyampaikan tadi, dindo, biar siswa yang tidak tahu menjadi paham terkait berita yang beredar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada intimidasi terhadap siswa.
“Terkait intimidasi kepada siswa, itu yo dak ado,” lanjutnya.
Keterangan guru tersebut menjadi bagian dari klarifikasi pihak madrasah atas informasi yang berkembang terkait kegiatan yasinan dan persoalan PIP.
Pihak Madrasah Jelaskan Persoalan Pemberian Uang
Sebelumnya, sejumlah siswa menyampaikan informasi mengenai adanya pemberian uang sebesar Rp300 ribu kepada siswa lain yang tidak menerima PIP.
Terkait hal tersebut, pihak MAN 3 Kerinci memberikan penjelasan bahwa pemberian uang tersebut berkaitan dengan donasi atau sedekah dan disebut merupakan inisiatif siswa untuk berbagi kepada teman yang tidak memperoleh bantuan.
Keterangan mengenai hal tersebut merupakan penjelasan dari pihak madrasah dan menjadi bagian dari informasi yang perlu dilihat secara utuh bersama keterangan para siswa yang terlibat.
Klarifikasi untuk Memberikan Informasi Utuh
Dengan adanya penjelasan Kepala MAN 3 Kerinci, pihak madrasah menegaskan bahwa dana PIP disalurkan langsung ke rekening siswa penerima dan tidak dilakukan pemotongan oleh pihak sekolah.
Sementara itu, terkait informasi mengenai pemberian uang antarsiswa serta pembahasan persoalan PIP dalam kegiatan yasinan, masing-masing pihak telah memberikan keterangan sesuai sudut pandangnya.
Suara Independent.com menyajikan keterangan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat. Setiap pihak yang disebut dalam pemberitaan memiliki kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada prinsipnya, persoalan utama mengenai pencairan PIP telah dijelaskan Kepala MAN 3 Kerinci bahwa dana bantuan masuk langsung ke rekening siswa penerima dan pihak madrasah menyatakan tidak melakukan pemotongan.
Pihak madrasah juga berharap dana PIP dapat dimanfaatkan secara bijak oleh siswa dan orang tua untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Suara Independent.com — Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepentingan Masyarakat.





Tinggalkan Balasan