Warga Minta Pengurus Segera Turun Tangan Kroscek Lansung Kelapangan, Hak dan Kewajiban Harus Simbang
KERINCI, Suara Independent.com – Hampir separuh warga RT IV, Desa Pengasilama, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan tidak mendapatkan aliran air dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu pekan.
Ironisnya, persoalan terjadi dalam satu lingkungan RT yang sama. Sebagian warga masih mendapatkan pasokan air Pamsimas secara penuh, sementara sebagian lainnya, terutama warga yang berada di jalur bawah, justru tidak kebagian aliran air.
Dampaknya cukup dirasakan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk keperluan mencuci dan kebutuhan air untuk beribadah, sejumlah warga terpaksa pergi ke sungai untuk mengambil air.
Warga berharap pengurus Pamsimas tidak hanya menunggu laporan atau sekadar menjalankan rutinitas administrasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi jaringan dan mencari tahu penyebab sebagian warga tidak memperoleh aliran air.
“Pengurus jangan hanya menuntut hak, tetapi kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat juga harus dilaksanakan. Kami berharap pengurus turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mencari tahu kenapa sebagian warga tidak mendapatkan air,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, persoalan pemerataan distribusi juga perlu menjadi perhatian. Pengaturan penggunaan air berdasarkan giliran harus dilaksanakan secara disiplin, adil dan tepat waktu sehingga tidak terjadi warga yang terus memperoleh air sementara warga lainnya sama sekali tidak mendapatkan pasokan.
Warga juga mengusulkan agar pengurus membuat aturan atau sanksi yang jelas bagi pengguna yang tidak mematuhi sistem pembagian air. Misalnya, ketika bak penampungan di rumah sudah penuh, keran harus segera ditutup agar air dapat mengalir kepada warga lain yang sedang mendapat giliran.
Jika memang diperlukan, pengurus dapat menetapkan sanksi sesuai aturan yang disepakati bersama, termasuk teguran, denda, atau tindakan lain terhadap pengguna yang terbukti mengganggu sistem distribusi air.
“Kalau ada aturan yang tegas, masyarakat tentu akan lebih disiplin. Jangan sampai ada warga yang airnya terus mengalir karena kran tidak ditutup, sementara warga lain menunggu dan bahkan harus pergi ke sungai untuk mendapatkan air,” tambah warga.
Warga berharap petugas yang telah ditunjuk mengatur pembagian air benar-benar menjalankan tugas secara adil, merata dan tepat waktu. Pengurus Pamsimas juga diminta segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jaringan, khususnya jalur yang selama sepekan terakhir tidak mendapatkan pasokan air.
Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, Pamsimas pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih, sehingga distribusinya diharapkan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh penerima manfaat.
Warga berharap pengurus Pamsimas segera turun tangan, melakukan pengecekan langsung, dan memberikan solusi konkret terhadap keluhan masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan aliran air.
Redaksi





Tinggalkan Balasan