👁️ Dilihat: 59 kali

Merangin,suara independent com– Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari Desa Mentawak, Kecamatan Batang Merangin, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Merangin, Kelurahan Pematang Kandis, Bangko, Kamis (21/5/2026).

Aksi yang dipimpin Tumenggung Jang tersebut berlangsung memanas hingga berujung kericuhan.

Kedatangan massa SAD ke Kantor Bupati Merangin untuk menagih janji bantuan keramba ikan yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada delapan tumenggung SAD di Kabupaten Merangin. Namun, dalam realisasinya bantuan tersebut diduga hanya diterima oleh satu tumenggung, yakni Tumenggung Jon.

“Kami datang untuk mempertanyakan janji itu. Awalnya bantuan keramba ikan diperuntukkan bagi delapan tumenggung, tapi kenapa yang menerima hanya Tumenggung Jon,” tegas Tumenggung Jang di tengah aksi.

Menurut Jang, janji bantuan tersebut pernah disampaikan langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, sekitar lima bulan lalu.

Kondisi itu menimbulkan kekecewaan di kalangan komunitas SAD karena dinilai tidak adanya pemerataan dalam penyaluran bantuan.

“Tumenggung yang lain merasa dibohongi dan diperlakukan tidak adil. Karena itu kami datang meminta kejelasan,” ujarnya.

Selama aksi berlangsung, massa SAD bertahan di halaman Kantor Bupati sambil terus menyuarakan tuntutan mereka. Situasi awalnya masih berlangsung kondusif hingga menjelang aksi berakhir.

Namun suasana mendadak memanas setelah muncul siaran langsung di media sosial yang diduga dilakukan oleh seorang oknum staf di lingkungan Kantor Bupati Merangin.

Dalam siaran langsung tersebut, oknum itu diduga melontarkan ucapan yang menyinggung massa demonstran dengan menyebut peserta aksi “tidak ada kerjaan”.

Ucapan tersebut memicu kemarahan massa. Sejumlah demonstran kemudian bergerak memeriksa beberapa ruangan di Kantor Bupati untuk mencari sosok yang diduga melakukan siaran langsung tersebut.

Di saat bersamaan, sebagian massa lainnya menutup akses gerbang Kantor Bupati Merangin sehingga situasi semakin tidak terkendali.

Kericuhan pun pecah ketika sebuah kendaraan yang berada di lokasi menjadi sasaran amukan massa.

Belakangan diketahui kendaraan tersebut merupakan mobil milik Kabag Ops Polres Merangin. Ketegangan sempat terjadi sebelum aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan dan mediasi dengan para tumenggung SAD.

Setelah dilakukan dialog antara pihak Polres Merangin dengan para pemimpin SAD, situasi akhirnya berhasil dikendalikan.

Massa secara bertahap membubarkan diri dan kondisi di lingkungan Kantor Bupati Merangin kembali kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Merangin terkait tuntutan massa SAD maupun dugaan ucapan provokatif dalam siaran langsung dimedia sosial tersebut.(syam)