SUNGAI PENUH – Dunia maya dan masyarakat Kota Sungai Penuh tengah dihebohkan oleh dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang oknum pejabat publik. Seorang Kepala Bidang (Kabid) berinisial DTH di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh dilaporkan diduga melakukan aksi kekerasan fisik terhadap seorang perempuan berinisial U di sebuah tempat karaoke keluarga.
Insiden yang kini menjadi buah bibir tersebut terjadi pada Selasa pagi (24/3/2026), dan memicu desakan publik agar pihak berwenang segera bertindak tegas demi keadilan bagi korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari korban, peristiwa bermula saat ia sedang berada di lokasi karaoke bersama terduga pelaku dan empat orang rekan lainnya. Ketegangan muncul ketikaDTH diduga mengajak korban untuk berpindah ke ruangan lain secara privat.
Namun, ajakan tersebut ditolak secara halus oleh korban. Penolakan inilah yang diduga menjadi pemicu emosi terduga pelaku. Menurut pengakuan korban, ia kemudian mendapatkan perlakuan kasar hingga tubuhnya terhempas membentur pintu dan meja di dalam ruangan tersebut.
“Saya mengalami luka dan rasa sakit di beberapa bagian tubuh akibat kejadian itu,” ungkap korban saat memberikan keterangan kepada awak media. Tak berhenti di situ, korban juga mengaku sempat mendapat tendangan dari terduga pelaku sesaat sebelum pria tersebut meninggalkan lokasi.
Pasca-insiden tersebut, korban mengaku mengalami trauma psikologis serta rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Upaya komunikasi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan sempat diupayakan, namun hingga kini tidak ada itikad baik maupun klarifikasi dari pihak terduga pelaku.
Merasa hak-haknya dilanggar dan tidak mendapat kejelasan, korban menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Karena tidak ada niat baik, saya memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku DTH belum memberikan respons saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp. Begitu pula dengan pihak Pemerintah Kota Sungai Penuh yang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keterlibatan salah satu oknum pejabatnya dalam dugaan kasus kekerasan ini.
Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas institusi pemerintahan di mata publik. Berbagai elemen masyarakat mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan tanpa pandang bulu. Masyarakat berharap kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa ini guna memberikan kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap aparatur negara.
Laporan: Tim Redaksi
Lokasi: Kota Sungai Penuh, Jambi
Penulis : Redaksi





Tinggalkan Balasan