👁️ Dilihat: 74 kali

JAMBI SUARA INDEPENDENT .COM – Polemik yang menyeret nama Undhari di media sosial dan telah viral serta dibagikan ratusan kali dinilai sarat opini sepihak dan tidak berdasar. Tuduhan yang beredar dinilai mengabaikan fakta nyata kontribusi Undhari dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Jambi.

Fakta di lapangan menunjukkan, banyak anak Jambi telah berhasil menyandang gelar sarjana berkat program beasiswa yang diperjuangkan dan difasilitasi melalui Undhari. Mereka berasal dari berbagai latar belakang ekonomi, bahkan sebagian di antaranya nyaris putus sekolah sebelum akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

“Opini boleh bebas, tetapi fakta tidak bisa dibantah. Anak-anak Jambi yang hari ini sudah menjadi sarjana adalah bukti nyata. Mereka kuliah dan lulus bukan karena narasi media sosial, tetapi karena kerja nyata dan komitmen pada pendidikan,” tegas Amri salah satu pengamat Dunia Pendidikan Jambi

” Kita menilai
serangan opini di media sosial lebih banyak dibangun atas asumsi dan emosi, bukan data. Bahkan, sejumlah komentar dinilai cenderung menghujat lembaga pendidikan tanpa memahami proses panjang dan dampak nyata yang telah dirasakan masyarakat” tegasnya

“Jika ada yang menyinggung Undhari, seharusnya juga jujur melihat hasilnya. Ratusan mahasiswa telah menerima manfaat, dan itu bisa diverifikasi. Ini bukan klaim kosong,” lanjutnya.

Sementara itu ,Undhari juga mengajak mahasiswa, alumni, dan masyarakat untuk tidak diam terhadap informasi menyesatkan. Menurutnya, meluruskan opini dengan fakta adalah bentuk tanggung jawab moral, terutama demi menjaga marwah dunia pendidikan di Jambi.

“Media sosial tidak boleh menjadi ruang pembunuhan karakter. Kritik silakan, tetapi jangan menutup mata terhadap jasa dan kontribusi nyata,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi tegas ini, Undhari berharap publik tidak terjebak pada narasi sesat dan mampu menilai secara objektif berdasarkan bukti, bukan hujatan.

Penulis Edi Pengasai ..