Kerinci Media Sindent – Warga Desa Benik dibuat heran. Setiap tahun, puluhan juta rupiah dari Dana Desa (DD) dikabarkan dialokasikan untuk kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun hingga kini, kondisi PAUD masih jauh dari kata layak.
Pantauan di lokasi, sejumlah mainan anak seperti ayunan besi tampak usang, berkarat, bahkan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak. Tak hanya itu, fasilitas pendukung dan alat peraga pendidikan juga tidak lengkap, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan seadanya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyamp popaikan kekecewaannya.
> āKalau memang tiap tahun ada di anggaran besar, harusnya fasilitas diperbaiki. Tapi kenyataannya ayunan tetap usang, alat peraga pun tidak lengkap. Kami jadi bertanya-tanya, kemana larinya dana itu?ā ungkapnya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai, penggunaan dana desa seharusnya benar-benar diprioritaskan untuk kepentingan pendidikan anak, bukan hanya sekadar laporan administrasi.
Mereka pun mendesak pemerintah desa agar segera memberikan penjelasan terbuka mengenai pengelolaan dana PAUD tersebut. Transparansi dianggap menjadi kunci agar masyarakat tidak terus dibayangi kecurigaan.
Warga berharap, anggaran yang dialokasikan benar-benar sampai pada sasaran. PAUD Desa Benik diharapkan bisa segera berbenah, sehingga menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.





Tinggalkan Balasan