šŸ‘ļø Dilihat: 49 kali

Sungaipenuh.MSNC – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan di Provinsi Jambi, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, yang digelar pada Kamis malam, 23 Juli 2025, di Grand Hotel Kerinci, Kota Sungai Penuh.

Rakor ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi, serta jajaran pimpinan kementerian terkait. Pertemuan ini menjadi forum strategis dalam membahas isu krusial ketahanan pangan, termasuk pengembangan lahan produktif, revitalisasi irigasi, serta penyaluran bantuan pertanian ke daerah.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Alfin menyampaikan dua usulan penting yang menjadi kebutuhan mendesak daerahnya, yaitu:

  1. Normalisasi Sungai Batang Marao, yang selama ini menyebabkan sekitar 1.470 hektare lahan sawah di wilayah Kota Sungai Penuh tidak bisa digarap akibat tergenang dan rusaknya sistem aliran air.

  2. Pembangunan Balai Benih Induk (BBI) di kawasan Rawa-Karya-Empus (RKE), yang merupakan sentra produksi tanaman pangan strategis Kota Sungai Penuh.

ā€œKami menghadapi kondisi di mana hampir 1.500 hektare sawah sudah bertahun-tahun terbengkalai karena tidak bisa digarap. Kami butuh dukungan Menteri untuk menormalisasi Sungai Batang Marao dan membangkitkan kembali lahan-lahan tidur ini agar petani bisa sejahtera kembali,ā€ tegas Alfin.

Ia juga menjelaskan pentingnya pembangunan Balai Benih Induk (BBI) sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian ke arah yang lebih modern dan mandiri dalam penyediaan benih unggul lokal.

Usulan Wako Alfin mendapat respon cepat dan serius dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Menunjukkan komitmen langsung, Mentan menghubungi Kementerian PUPR pada saat itu juga, untuk menyampaikan kebutuhan normalisasi Sungai Batang Marao.

ā€œKami tidak ingin hanya bicara, tapi bertindak. Usulan normalisasi sungai ini sangat relevan dan harus ditindaklanjuti segera. Saya sudah sampaikan langsung ke Kementerian PUPR agar langkah konkret bisa segera dimulai,ā€ ujar Menteri Amran di sela rapat.

Wako Alfin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendorong revitalisasi pertanian berbasis data, teknologi, dan kolaborasi. Menurutnya, kebangkitan sektor pertanian adalah kunci untuk menciptakan ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

ā€œKami percaya pertanian adalah masa depan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami optimis Kota Sungai Penuh bisa kembali menjadi lumbung pangan dan pusat benih unggul untuk Jambi dan sekitarnya,ā€ pungkas Alfin.

Langkah diplomatif Wali Kota Alfin dalam forum rakor ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang aktif, solutif, dan berpihak pada kepentingan petani. Dengan perjuangan yang konkret dan data yang kuat, Pemkot Sungai Penuh menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa ditunda jika ingin mewujudkan ketahanan pangan sejati dari daerah ke nasional.

( Edi Tanjung )