👁️ Dilihat: 57 kali

Jambi MSNC- Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam memperjuangkan masa depan generasi yang sehat dan berkualitas kembali membuahkan hasil membanggakan. Pada tahun 2025, Kerinci resmi dinobatkan sebagai Daerah Inspiratif dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Stunting oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, KH. Abdullah Sani, kepada Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., dalam acara penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, yang digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur, Selasa (2/7/2025).

Tak sekadar simbol, penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi, inovasi, dan kerja kolektif seluruh elemen di Kabupaten Kerinci dalam memerangi stunting – tantangan besar yang menyangkut masa depan anak-anak dan generasi penerus bangsa.

“Penghargaan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah yang lebih besar untuk membangun generasi Kerinci yang sehat, cerdas, dan unggul. Keberhasilan ini adalah hasil gotong royong antara pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat. Semua bersatu untuk satu tujuan: anak-anak Kerinci tumbuh tanpa stunting,” ungkap Bupati Monadi dengan penuh haru.

Dalam paparannya kepada Gubernur dan tim penilai, Bupati Monadi menjelaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari program-program nyata dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Beberapa inovasi unggulan yang menjadi kekuatan Pemkab Kerinci antara lain:

  • Program BUNGA DESA (Bupati Menginap di Desa): Sebuah pendekatan humanis yang memperlihatkan kehadiran langsung pemerintah di tengah rakyat. Melalui dialog langsung dan aksi nyata di lapangan, Bupati menyapa warga, menyerap aspirasi, dan melakukan intervensi bagi keluarga berisiko stunting.

  • Kunjungan langsung ke rumah-rumah warga miskin: Bupati dan tim turun menyentuh hati masyarakat, mengedukasi tentang pentingnya gizi anak, serta memastikan pendampingan bagi balita dan ibu hamil.

  • Panen raya ikan di lubuk larangan: Menyediakan akses sumber protein lokal yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan bagi keluarga desa.

  • Aksi tanam padi bersama petani: Bukan hanya simbolik, tapi bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan sebagai fondasi mencegah stunting.

  • Pelayanan KB keliling dan pemantauan remaja: Pencegahan stunting dimulai dari remaja dan calon pengantin, dengan pendekatan edukatif dan preventif melalui TP PKK dan tenaga medis desa.

  • Pelibatan penuh TP PKK Kabupaten dan Kecamatan: Memberikan edukasi gizi, pendampingan ibu dan anak, serta menjadi motor penggerak kesadaran keluarga tentang pentingnya kesehatan sejak dini.

Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti Monadi, SE, beserta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang terdiri dari kepala OPD dan camat, turut memperlihatkan sinergi lintas sektor yang menjadi kunci keberhasilan ini.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., juga telah memaparkan strategi dan capaian Kerinci dalam forum pra-penilaian. Mulai dari perencanaan berbasis data, integrasi gizi spesifik dan sensitif, hingga pelibatan tokoh masyarakat dan kader desa — semua berjalan dalam satu gerakan: menyelamatkan masa depan anak-anak Kerinci.

“Dengan menjaga semangat kolaborasi, pendekatan langsung ke masyarakat, dan penguatan program dari hulu ke hilir, kami yakin Kerinci akan menjadi daerah tangguh, bebas stunting, dan siap menyongsong masa depan yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tegas Bupati Monadi.

Penghargaan ini bukan sekadar lembar piagam atau seremoni tahunan, tapi simbol perjuangan panjang dan ketulusan hati para pemangku kepentingan di Kerinci. Dari petugas lapangan hingga pejabat daerah, dari kader posyandu hingga para ibu rumah tangga — semua terlibat dan bergerak bersama.

Kabupaten Kerinci kini berdiri sebagai model inspiratif di Provinsi Jambi, bahwa menurunkan angka stunting bukan mimpi, melainkan misi yang bisa dicapai dengan kepedulian, konsistensi, dan keberanian untuk hadir langsung di tengah rakyat.

( Rakina )