šŸ‘ļø Dilihat: 59 kali

Sungaipenuh, JambiĀ  MSNC – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menunjukkan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dalam menyelesaikan persoalan persampahan yang kian menjadi tantangan serius di perkotaan. Tidak hanya fokus pada pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional, Pemkot Sungai Penuh di bawah kepemimpinannya juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di hulu dengan menggenjot optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) hingga ke tingkat desa.

Dalam pernyataannya, Wako Alfin menegaskan bahwa penguatan TPS3R di tingkat desa adalah langkah strategis untuk mempercepat penanganan sampah secara efisien dan berbasis komunitas. Menurutnya, pendekatan desentralisasi pengelolaan sampah akan sangat membantu mengurangi beban penumpukan di hilir, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.

ā€œOptimalisasi TPS3R di tingkat desa akan sangat membantu. Setidaknya, sampah bisa ditangani langsung di desa, tidak semuanya harus dibawa ke kota atau TPA. Ini bagian dari pendekatan solusi lokal untuk persoalan global,ā€ tegas Wako Alfin.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan, pada akhir tahun 2025, seluruh desa di wilayahnya sudah memiliki dan mengoperasikan TPS3R secara aktif. Target ini dinilai realistis dan akan terus dikawal melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah serta dukungan kepala desa.

Sebagai tindak lanjut konkret, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Sungai Penuh telah menggelar konsolidasi dan koordinasi lintas desa, yang melibatkan seluruh kepala desa untuk mempercepat pelaksanaan program ini. Kepala DPMD, Edri Penta, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 13 desa telah resmi mengoperasikan TPS3R dan memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan serta edukasi masyarakat.

ā€œDari hasil pertemuan bersama para kepala desa, diketahui bahwa 13 desa telah beroperasi penuh dalam mengelola sampah melalui TPS3R. Sementara itu, 3 desa lainnya akan menyusul mulai beroperasi pada bulan Juni,ā€ terang Edri.

Lebih lanjut, Edri menyebutkan bahwa 8 desa tengah dalam proses melengkapi sarana operasional dan ditargetkan mulai mengoperasikan TPS3R pada bulan Juli 2025. Hal ini menunjukkan progres signifikan menuju pencapaian target 100 persen desa memiliki TPS3R pada akhir tahun.

ā€œKami siap mendukung sepenuhnya arahan Wali Kota untuk menjadikan pengelolaan sampah berbasis desa sebagai program unggulan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagian dari pembangunan desa yang berwawasan lingkungan,ā€ ujarnya menegaskan.

Dengan pendekatan terstruktur dan kolaboratif ini, Pemkot Sungai Penuh optimis bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi lebih tertib, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa melalui pemanfaatan limbah yang bernilai jual.

Program ini sekaligus menjadi cerminan dari kepemimpinan Wali Kota Alfin yang tidak hanya responsif terhadap persoalan, tetapi juga transformatif dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan kota.

( Rakina )