👁️ Dilihat: 53 kali

Sumbar, Dharmasraya, MSNC – Ribuan mahasiswa Universitas Dharmas Indoenesia (Undhari) turun ke jalan hari ini, Selasa, 6 Mei 2025, menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Dharmasraya. Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras terhadap dugaan kelalaian pelayanan di RSUD Sungai Dareh yang menyebabkan meninggalnya salah satu mahasiswa Undhari, PA (18), korban kecelakaan lalu lintas.

 

Dalam orasinya, Presiden BEM Undhari, Reno Putri Chaniago, mendesak Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan RSUD Sungai Dareh dan mencopot direktur rumah sakit.

 

“Tragedi ini bukan hanya kelalaian medis. Ini adalah kegagalan sistem dan tanggung jawab moral. Mahasiswa Undhari tidak akan tinggal diam!” tegas Reno di tengah kerumunan massa.

 

Ia menyoroti sikap tenaga medis RSUD yang dinilai tidak menunjukkan empati, serta sistem rujukan yang lamban dan tidak profesional.

 

“Kami mendapat laporan langsung dari keluarga bahwa pasien ditangani tanpa empati, tidak ada komunikasi yang layak, bahkan cenderung cuek dan tidak ramah. Ini krisis kemanusiaan, bukan sekadar administratif,” tambahnya.

 

BEM Undhari juga menyatakan bahwa rujukan ke rumah sakit rujukan lanjutan baru dilakukan setelah tekanan dari keluarga, dan tidak segera ditindaklanjuti secara maksimal. Aksi mahasiswa ini menuntut tiga poin utama:

1. Evaluasi dan audit total terhadap RSUD Sungai Dareh.
2. Copot direktur rumah sakit jika terbukti tidak mampu memimpin secara profesional
3. Perbaikan sistem rujukan dan pelayanan gawat darurat agar lebih cepat, manusiawi, dan transparan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada keadilan bagi almarhum dan perubahan nyata bagi layanan kesehatan di Dharmasraya,” tutup Reno.

Aksi yang berlangsung damai itu mendapat pengawalan ketat dari aparat dan mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat. (AIA)