👁️ Dilihat: 59 kali

Sungai Penuh .Media Sindent .News.com –  Tiga guru honorer bersertifikasi di SD 043/XI Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, mendadak dirumahkan tanpa alasan yang jelas. Ketiga guru tersebut, Yanti Mustika, Yulisnita, dan Baiti Susnital, mengaku hanya menerima pemberitahuan lisan dari Kepala Sekolah, Aslinda, tanpa adanya surat keputusan resmi.

 

Para guru yang telah mengabdi selama belasan tahun ini merasa kecewa dan meminta keadilan dari pemerintah setempat. Mereka mempertanyakan keputusan yang dianggap sepihak dan tidak transparan.

 

Tak hanya pemecatan mendadak, Kepala Sekolah SD 043/XI Koto Renah juga diduga mencairkan gaji untuk tenaga honorer yang namanya terdaftar dalam SK, tetapi tidak pernah mengajar di sekolah tersebut.

 

Salah satu guru yang diberhentikan, Yanti Mustika, mengungkapkan kesedihannya. “Saya telah mengabdi selama 18 tahun sebagai tenaga pendidik, namun tiba-tiba dipanggil oleh Kepala Sekolah dan diberitahu bahwa saya tidak lagi diperbolehkan mengajar dengan alasan jumlah guru agama di sekolah tersebut sudah terlalu banyak. Saya meminta keadilan dan mempertanyakan keputusan itu, terutama karena masih ada guru honorer lain yang baru mengabdi selama tiga bulan dan belum bersertifikasi, tetapi tetap dipertahankan.

 

Sementara saya yang telah memiliki sertifikasi dan bahkan dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru harus dirumahkan,” ujar Yanti.

 

Selain itu, Yanti juga mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam daftar tenaga honorer yang menerima gaji. “Saya menerima SK dari Kepala Sekolah pada 3 Januari 2025. Memang betul nama Hasriandi tercantum dalam daftar tenaga honorer yang ada di SK, tetapi saya sendiri tidak pernah melihat atau mengenal orang dengan nama tersebut hadir di sekolah untuk mengajar.

 

Saya berharap ada langkah dan tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan penyimpangan ini serta memberikan keadilan bagi kami honorer yang merasa terzalimi,” pungkasnya.

 

Terkait polemik pemberhentian guru honorer di SD 043/XI Koto Renah, awak media mencoba mendatangi Kepala Sekolah Aslinda untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak ada di tempat. ( Red )