Mon. Aug 10th, 2020

suaraindependent

Independent Terpercaya

Tolak Lockdown, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Jawa Barat Mendukung Penuh Kebijakan Presiden Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19

2 min read
IMG 20200331 WA0082

Bandung, (30/03/20) – Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Jawa Barat (APPETRA JABAR) meminta pemerintah tak menerapkan lockdown (penutupan) dalam mencegah penyebaran virus covid-19. Sebab, kebijakan tersebut akan mematikan para pedagang khususnya para pedagang di pasar tradisional,

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Jawa Barat (APPETRA JABAR) Tubagus Zakaria, mengatakan, mendukung penuh apa yang menjadi keputusan Presiden saat ini yang tidak memberlakukan lockdown, menurutya apabila lockdown diterapkan sebagaimana dilakukan China dan negara lain, dikhawatirkan akan mengganggu proses perdagangan dan perekonomian khususnya bagi para pedagang di pasar tradisional. Langkah tersebut akan mematikan para pedagang yang memang menggantungkan hidup dengan cara berjualan.

“Saya mendukung penuh apa yang menjadi keputusan presiden saat ini dan saya rasa masyarakat harus menyakapi dengan baik, saya tidak mau perdagangan menjadi kacau, saya khawatir masyarakat tidak mau datang, pedagang tidak mau datang, dengan diberlakukan lockdown berarti sama dengan mematikan para pedagang. mungkin untuk textil atau industri besar mereka bisa, tetapi untuk kami tidak berjualan sehari itu hancur. Intinya saya mendukung kebijakan pemerintah pusat sekarang” Ucap Tubagus Zakaria.

Selain itu, sekertaris Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Jawa Barat (APPETRA JABAR) Muslim Arief, menambahkan, bahwa APPETRA sudah menghimbau kepada seluruh pedagang pasar tradisional untuk menyediakan hand sanitizer dan juga menghimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat yang sering berbelanja di pasar tradisional untuk terus melaksanakan protokoler penanganan covid-19 agar kondisi pasar terus kondusif.

“Saya sudah menghimbau kepada seluruh pedagang untuk menyediakan hand sanitizer, dan saya juga menghimbau untuk pedagang dan juga masyarakat untuk terus melaksanakan protokoler penanganan covid-19 yang sudah diwajibkan oleh pemerintah, saya yakin bilamana hal tersebut dilaksanakan maka kondisi pasar akan kondusif” ucap Muslim Arief.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini diseluruh pasar khususnya di kota Bandung sudah tersedia alat cuci tangan yang bisa dipakai oleh konsumen ataupun pedagang itu sendiri.

“Saat ini dari jumlah 38 pasar yang ada di kota Bandung sudah semua ada alat cuci tangan yang bisa dipergunakan oleh konsumen dan pedagang, ini untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 yang sudah mewabah” ujarnya.

lebih lanjut, beliau juga menghimbau kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat yang sering berbelanja ke pasar tradisional untuk tidak berlama-lama di pasar, masyarakat diminta untuk menyiapkan daftar belanja sebelum pergi berbelanja agar dapat mempersingkat waktu pada saat berbelanja.

“Saya mengingatkan lagi kepada konsumen yang sering berbelanja ke pasar untuk tidak berlama-lama di pasar, alangkah lebih baiknya bila menyiapkan terlebihdahulu daftar belanjaan sebelum berbelanja untuk mempersingkat waktu, dan jangan lupa untuk selalu memakai alat pelindung (masker) pada saat berbelanja” Ucap Muslim Arief.

Ridwan – BDG

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.