Tendensius dan Rasis, KAHMI Jabar Kecam Arteria Dahlan

Tendensius dan Rasis, KAHMI Jabar Kecam Arteria Dahlan

Spread the love

 

Suaraindependent. Com,- Bandung – Korp Alumni HMI (KAHMI) Jawa Barat (Jabar) mengecam tindakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan yang meminta Kejaksaan Agung Memecat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat karena menggunakan bahasa Sunda saat rapat.

“Statement Arteria Dahlan itu tidak mencerminkan pemimpin, tidak punya jiwa nasionalisme yang tinggi dan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Koordinator Presidium KAHMI Jabar, Tuanku Johni Martiyus Sutan Sarialam, pada Selasa (18/1/2022).

Baca Juga :  26 Oktober, Polda Jatim Akan Gelar Operasi Zebra Semeru 2020 Ini Target Operasinya..

Johni menjelaskan, apa yang dilakukan Kajati Jabar saat rapat itu harus dimaklumi karena penggunaan bahasa bukanlah perkara substansial. Namun demikian, Arteria menyikapinya secara tendensius dan cenderung rasis.

Arteria Dahlan telah menjadi perbincangan publik usai meminta Jaksa Agung untuk memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat karena menggunakan bahasa Sunda dalam rapat.

Pernyataan Arteria Dahlan itu disampaikan saat mengikuti rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (17/1).

Baca Juga :  Pemkot Pangkalpinang Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Sumsel-Babel

Arteria memang tidak menyebutkan nama kepala Kejati dimaksud. Namun semua orang sudah mengetahui Kajati yang menggunakan bahasa Sunda adalah Asep N Mulyana, Kepala Kejati Jawa Barat. Asep sendiri adalah kelahiran Tasikmalaya.

Menurut Johni, ada sejumlah istilah dalam bahasa Sunda yang sulit diartikulasikan dengan bahasa Indonesia. Hal itu wajar diucapkan oleh Kajati Jabar karena berakibat pada mandeknya berfikir.

“Kadang stuck berpikir ketika bingung untuk mengartikulasikan istilah tertentu dalam bahasa Sunda ke bahasa Indonesia. Maka wajar kemudian Pak Kajati mengucapkannya dengan bahasa Sunda,” kata dia.

Hal itu, kata Johni, seharusnya tidak disikapi dengan serius sampai meminta Kejagung memecat Kajati Jabar, kecuali Arteria punya masalah pribadi dengan Kejati Jabar.

Jika persoalan penggunaan bahasa non Indonesia berakibat pada pemecatan, maka akan ada ribuan pejabat yang dipecat. Sebab, kata dia, banyak pejabat saat rapat sesekali menggunakan bahasa Arab, Inggris dan lainnya.

Atas hal itu, Johni meminta PDI-P untuk mengevaluasi tindakan Arteria Dahlan atas pernyataannya yang melukai publik.

“Menurut saya Arteria ini perlu dievaluasi di PDI-P karena pernyataannya melukai banyak orang,” kata dia.

Ref : Surya Sp