Silaturahmi pegawai (DLH) Dinas Lingkungan Hidup sekaligus pelepasan bapak Edi Usdianto selaku kepala dinas lingkungan hidup.

Silaturahmi pegawai (DLH) Dinas Lingkungan Hidup sekaligus pelepasan bapak Edi Usdianto selaku kepala dinas lingkungan hidup.

Spread the love

 

 

Belitung. Suaraindependent. Com,- Dinas Lingkungan Hidup pada hari ini Jumat (31/12/2021),-melaksanakan acara pelepasan Bapak Edi Usdianto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup,Kabupaten Belitung sekaligus silaturahmi dengan semua keluarga besar pegawai DLH bertempat Di halaman Dinas Lingkungan Hidup,Jalan Yos Sudarso-kelurahan Kota-Kecamatan Tanjung Pandan-Kabupaten Belitung-provinsi Babel.

Baca Juga :  DPD HAMI Berikan Bantuan Kepada Warga Arung Dalam Dan Berok

Edi Usdianto atau biasa dipanggil pak Edu, mendapat tugas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung mulai tahun 2019 sebagai Kepala Dinas(Kadin,red)yang mana sebelumnya beliau juga pernah bertugas Di Dispora dan Dinas pertambangan selama beliau bertugas di Dispora dan pertambangan beliau dikenal baik dan pekerja keras.

Bapak Edi Usdianto menjelaskan kepada awak media semenjak Beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung beliau langsung membenahi ruang lingkup kerja di DLH,terutama di Bidang Pengolahan Sampah Limbah B3,sebab menurut Bapak Edi Usdianto tugas berat bagi DLH adalah di Bidang pengolahan sampah.

“pertama masuk kesini saya mencari dulu infomasi kemudian mengevaluasi bidang2 mana yang harus kita benahi dari empat Bidang yg ada itu kita melihat masih ada kelemahan di bidang pengolahan sampah limbah B3,”ujarnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kota Pangkal Pinang Monica Haprinda Resmi Buka Festival Food Bazar PGK

pada saat Bapak Edi Usdianto diberikan kepercayaan untuk memimpin Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kabupaten Belitung oleh Bupati, beliau mendapatkan pesan khusus dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan Kota Tanjung Pandan Bersih karena Belitung merupakan daerah wisata,maka dari itu Beliau mulai merombak sistem SDM,sistem Manajemen hingga sistem Kerja di instansi tersebut yang mana menurut beliau harus di benahi.

“karena kita mendapat pesan khusus dari Pak Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan Kota Tanjung Pandan Bersih karena kita daerah wisata,saya melihat harus ada perombakan baik dari sistem SDMnya kemudian sistem manajemennya juga sistem kerjanya,”lanjutnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan yang mana awalnya pegawai2 yang bekerja hanya 2 sampai 3 jam,mulai pukul 5 pagi sampai jam 7 mereka sdh pulang, maka dari itu perlu dilakukan perombakan untuk memotivasi serta meningkatkan kinerja pegawai yang ada di Dinas Lingkungan Hidup kedepannya.

“sejak kita masuk disini kita lakukan perombakan jadi sejak pagi mereka kerja jam setengah delapan (7:30,red) mereka harus kekantor isi absen kemudian apel pagi selanjutnya diberikan pengarahan dan motivasi kepada mereka selanjutnya 2 sampai 3 jam mereka kerja bakti menyusuri lokasi2 yang tidak tercover oleh petugas kita,”jelasnya

Karena cakupan Kota Tanjung Pandan sangat Luas,masih banyak lokasi2 yang tidak tercover oleh petugas maka dari itu perlu adanya perubahan dan dibentuklah Satgas Lebah yang mana tugas Satgas Lebah ini nantinya memberikan pembinaan2 kemasyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan penataan TPS-TPS yg ada di Tanjung pandan.

Sejak dipimpin oleh bapak Edi Usdianto Dinas Lingkungan Hidup cukup banyak mengeluarkan program2 inovasi,salah satunya progaram rapiah yaitu program tukar sampah dapat hadiah, yang mana program tersebut bertujuan mengajarkan masyarakat bahwa sampah itu bukan hanya sekedar dari rumah buang ke TPS akan tetapi bagaimana supaya sampah2 rumah tangga itu di pilah terlebih dahulu memisahkan antara sampah yang organik dan non organik kemudian ditukar ke posko.

Pilot projek dari program rapiah itu sendiri berada di posko dua(2,red) yang berlokasi di kelurahan parit,tak hanya program rapiah DLH semenjak kepemimpina Bapak Edi usdianto juga membentuk Bank Sampah Akar Berebat tujuan pembentukan Bank sampah itu pun tak lepas dari perhatian beliau melihat sampah2 bekas sayuran yg ada di pasar2,yang mana sampah2 bekas sayuran tersebut bisa dimanfaatkan tuk pembuatan kompos.

Untuk Nasabah Bank Sampah Akar Berebat itu sendiri beliau memulainya dengan mewajibkan pegawai Dinas Lingkungan Hidup,agar sampah2 baik itu sampah dari rumah maupun sampah di tempat kerja seperti palstik,kardus dll bisa dipilah

Pewarta. : den/fbs

Editor. : Ramon