Sempat berhenti karena pemberitaan, Diam – diam. Ti ini beraksi kembali di kawasan HL.

Sempat berhenti karena pemberitaan, Diam – diam. Ti ini beraksi kembali di kawasan HL.

Spread the love

Bangka tengah. Suara independen.com, Sempatberhenti dikarenakan viral Adanyapemberitaan di beberpa media online Bangka Belitung beberapa bulan yang lalu. Aktivitas penambangan timah ilegal menggunakan ponton TI Rajuk di wilayah kawasaan hutan lindung ( HL ) kini diam – diam mulai melakukan aktivitas penambangan lagi

pantauwan jejaring awak media ini dan awak media lainya dilapangan, Senin 29/11/2021, terlihat bebrapa orang dengan santai sedang melakukan kegiatan penambangan ilegal mengunakan ponton TI Rajuk bermesinkan domfeng di kawasaan tepat nya berada di aliran sungai (DAS) alur sungai kayu Ara Lubuk Besar di kabupaten Bangka tengah.

Ditemui dilapangan salah satu pemilik ti dikawasaan hutan lindung tersebut.
Yang biasa disapa Bjng mengungkapkan ‘ Untuk kegiatan disini ( kawasan lindung ) baru dilakukan beberpa hari, sama dengan pak Tatang, Kalau untuk timah nya yang ambil bapak igs perlang, Langsung saja kerumah nya.

Selang beberpa waktu jejaring awak media langsung meluncur di kediamannya.
pak Igs mengungkapkan memang benar bahwasanya ti disitu timahnya kita ambil. kalau untuk ti yang bekerja tersebut itu masih saudara kalau masalah ti pak Tatang yang tidak jauh diseputraan situ, timah nya kita tidak ambil pak. Ungkap igs

Untuk memastikan berita nya biar semakin berimbang kebenaranya, apakah ti rajuk yang beberapa pront lainya dikawasaan sawit pribadi yang masuk kawasaan Lindung tersebut,

ditemui di kediamannya.
Pak Tatang membenarkan bahwasnya itu ti ponton Rajuk kepunyaan dia.
Yang mengerjakan ponton anak saya, Kalau untuk penghasilan timah tidak terlalu banyak, kalau tidak menghasilkan lagi nanti pindah, Pak Tatang juga berharap agar jangan diberitakan terkait kegiatan penambangan ponton TI Rajuk nya dikawasan ( HL ) tersebut .

Baca Juga :  saat di hubungi Ini penjelasan kepada Awak media poskominfo Indonesia…

Hingga berita ini dipublikasikan jejaring media ini masih dalam upaya konfirmasi ke pihak yang berwenang.

Pewarta :zili

Editor. : Ramon