Sekda Harap Pangkalpinang Naik Status Kota Layak Anak Nindya

Sekda Harap Pangkalpinang Naik Status Kota Layak Anak Nindya

Spread the love

PANGKALPINANG, suaraindependent.com,-Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menyebut Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya mendorong peningkatan status Kota Layak Anak yang telah dicapai pada 2021 lalu dikategori Madya menjadi Nindya.

“Karena tahun kemarin sudah naik kelas satu tingkat dari Pratama ke Madya. Kita berharap tahun ini kita bekerja keras menginginkan naik ke Nindya yakni tingkat kelas tiga, ” ujar Radmida saat menghadiri Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Litbang, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga :  Den Gegana Sat Brimob Polda Bangka Belitung Bersama CV. Teratai Tanjung Gunung Bagikan Beras kepada Masyarakat kurang Mampu Dampak covid -19.

Radmida berharap komitmen bersama ini dapat meningkatkan semangat semua pihak yang berperan untuk mendorong Pangkalpinang menuju ke tingkat selanjutnya. Meski hal tersebut dinilainya berat untuk dicapai sebab predikat Madya baru disandang di tahun lalu.

“Emang berat karena baru satu tahun. Tapi kita tetap berupaya paling tidak untuk bertahan dan tidak turun. Hari ini hadir semua mulai dari kepala OPD, Camat, Forkopimda, LSM, dan PT. Timah yang menyiapkan ruang bermain anak di Kota Pangkalpinang. Kita berharap komitmen bersama ini dapat meningkatkan semangat kita untuk menuju ke tingkat selanjutnya yakni Nindya, ” jelas Radmida.

Baca Juga :  HUT Lippo Plaza Bogor Bagikan Masker

Selain itu, dia juga meminta dukungan kepada seluruh media yang ingin memberitakan terkait kasus anak agar mengalihkan fokus berita hanya kepada pelaku dan jangan terfokus kepada anak sebagai korban.

“Dukungan media sangat dibutuhkan dalam hal menjadikan Pangkalpinang jadi kota layak anak. Jika ada kasus pemerkosaan terhadap anak, maka yang diberitakan jangan anaknya tapi pelaku yang dikejar. Karena anak-anak ini punya masa depan. Jangan samapai anak tersebut jadi korban untuk kedua kalinya, ” pungkasnya. (Diskominfo/Eka)

Editor :. Ramon