Proyek Museum Maritim Hingga saat ini Belum Juga selesai!!!ADA APA??

Proyek Museum Maritim Hingga saat ini Belum Juga selesai!!!ADA APA??

Spread the love

 

Belitung – Suaraindependent.com Pengerjaan Proyek Penataan Tata Pamer Museum Maritim yang berlokasi di jalan raya Sijuk, Desa Tanjung Tinggi,  Kecamatan Sijuk, Belitung, molor/tidak selesai tepat waktu. Proyek tersebut dikerjakan oleh  PT. Menara Setia Dengan konsultan pengawas yaitu CV. Permata Kreasindo Consultant. Proyek yang  menelan anggaran Rp. 12.754.000.000,Waktu Pelaksanaan 114 (seratus empat belas hari)Kalender dari 10 September s/d 31 Desember,dengan nomor kontrak :1953/F4/LK/2021. dari Anggaran Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Ristek, Direktorat Perlindungan Kebudayaan  RI tahun anggaran 2021 itu seharusnya sudah selesai pada 31 Desember 2021 lalu.

Baca Juga :  Yayasan Melati kasih Abadi Adakan Aksi Nyata peduli sesama warga yang membutuhkan.

Proyek yang Dikerjakan oleh PT. Menara Asia ini meliputi pekerjaan penataan tata pamer dan perbaikan bangunan yang belum selesai dan rusak parah sejak dibangun pada tahun 2019 silam.

Selain pekerjaan inti penataan ruang pamer yang dilengkapi dengan berbagai ornamen dan lukisan dinding, juga terlihat beberapa perbaikan sisi bangunan gedung yang sudah rusak.

Dari pantauan wartawan, Senin, (10/01/2021), mirisnya bangunan museum yang dibangun dengan anggaran fantastik itu, ada dua ruangan tampak depan tidak menggunakan beton namun dibangun dengan bahan gipsum yang diwarnai sama dengan tembok lainnya sehingga terkesan asal dibangun.

Baca Juga :  KNPI Kota Pangkalpinang bersama Getas. Adakan Khitanan Gratis Di Gedung Pemuda Pangkalpinang .

Selain itu, tiang depan pintu masuk yang dibangun juga menggunakan gipsum

Pantauan selanjutnya, pengerjaan lantai pemasangan keramik yang biasanya Pengadukan pasir, semen dan air menggunakan mesin molen (mixer concrete), diproyek tersebut diduga tidak digunakan.

Disisi lain, tampak pekerjaan plafon gedung yang ambruk dan perbaikan dibeberapa titik  bagian dinding yang mengalami keretakan, dan Anehnya lagi ada pemasangan pagar pengaman di bagian balkon lantai 2 yang menggabungan dua jenis besi berbeda yaitu stainless dan holo.

Yang mana kita ketahui, besi stainless merupakan besi anti karat yang tepat digunakan mengingat lokasi Museum Maritim yang dekat dengan laut.

Selanjutnya, konstruksi kerangka plafon yang diduga dipasang menggantung dengan kawat besi saja.

Dilokasi yang sama, Selaku Pihak kosultan pengerjaan, Senin, (10/01/2022), Dani mengaku hanya mengerjakan penataan tata pamer, sedangkan pekerjaan perbaikan gedung adalah pekerjaan pihak lain, sayangnya, Dani enggan mengungkapkan siapa pihak lain.

Padahal dilokasi proyek hanya ditemukan satu plank proyek.

“Pekerjaan  perbaikan itu tanggungjawab kontraktor lain, kami hanya mengerjakan penataan tata pamer,” kata Dani, yang didampingi kepala K3, Rendra, Senin, (10/01/2022).

Pada Saat Wartawan menanyakan terkait terlambatnya penyelesaian proyek tersebut,Dani mengatakan ada perpanjangan kontrak.

“Ada perpanjangan masa kontrak hingga 30 januari 2022,” kata Dani.

Dani menambahkan, terkait perpanjangan kontrak dirinya tidak mengetahui secara detail. Sepengetahuannya perusahaan diminta untuk membuka Bank Garansi.

“Perusahaan diminta membuka Bank garansi hingga 31 januari 2021 ,” ungkap Dani.

Diketahui, Proyek Museum Maritim yang berdiri di wilayah objek wisata pantai Tanjung Tinggi itu, sudah dibangun sejak tahun 2019 lalu  dengan anggaran fantastis, mencapai Rp. 30.906.727.000,-. Namun belakangan bangunan itu sudah mengalami keretakan dan dalam kondisi plafon sudah ambruk sementara bangunan tersebut belum di gunakan. Pada tahun 2021, Kemendikbud Ristek kembali menggelontorkan uang negara sebesar Rp. 12.584.000.000 untuk penataan tata pamer Museum Maritim.

Pewarta. : Deden

Editor. : Zili