October 18, 2020

suaraindependent

Independent Terpercaya

Oknum Pemdes Di Duga Bekukan BST Warga Desa Sana Tengah Pasean

2 min read
70906ae0 9c98 4474 bb35 42e590ac2960

Pamekasan – Oknum Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, Rabu, (23/09/2020)

Laporan tersebut atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi atas bekunya Bantuan Sosial Tunai (BST) milik salah seorang warga Dusun Cekonceh, Desa Setempat

Menurut pelapor, BST milik keluarganya Husairoh (23) tidak sampai ke tangan penerima selama 3 (tiga) dari mulai tahap awal

Menurut pengakuan Pelapor, pihak Pemdes mengatakan bahwa Tidak sampainya BST tersebut, karena nama Husairoh ada beberapa orang, namun kemungkinan salah orang
Info
Namun, Pelapor mengherankan, mengapa bisa salah orang, padahal dalam data tersebut sudah berdasarkan no NIK

“Katanya sih salah orang, tapi kok bisa, itu data kan sudah berdasarkan NIK, dan istri saya tidak pernah terdata sebgai penerima bantuan lain selin BST ini,” Katanya.walau sudah tiga kali pencairan, pelapor mengatakan ada tiga kali tahap yang di bekukan

“Tiga kali mas, ada sekitar tiga warga, tapi di awal- awal yakni tahap 1, 2, dan 3 yang tidak cair, kalau yang belakangan ini cair,” Imbuhnya

Sementara itu, Moh Taufik MD, S.H,. M.H,. Selaku Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Surabaya, yang mendampingi pelapor Kepada awak media mengatakan, bahwa persoalan tersebut sangat prinsipal

e4ea405e cab8 40ad ad2b 3557f0e83d48

Sementara disoal siapakah terlapor dalam persoalan tersebut, Mantan Aktivis GMNI ini mengatakan, tidak secara spesifik siapakah yang menjadi terlapor dalam persoalan tersebut.

“Kalau terlapor biar proses nanti yang menentukan, jadi sekali lagi kami jelaskan ini bukan melaporkan kades ya, ini adalah oknum PEMDES, dan ini biar proses hukum yang bisa menentukan,” Terangnya.

Ini setelah kami telusuri, dana dari kementrian itu setelah melalui proses maka turun melalui Kantor Pos, sedangkan di Desa Sana Tengah realisasinya bertempat di Balai Desa setempat yang prosesnya sudah transparan.

“Memang realisasinya di Balai Desa setempat, tapi prosesnya kan sudah transpran, mulai dari nama, NIK, setelah itu di barkot dan di dokumentasi. Nah milik keluarga pelapor ini kok tidak di serahkan, padahl ini tidak double dengan bantuan lain” Imbuh Bung Taufik

“Jadi, berdasarkan keputusan mentri, ada 56 KPM BST tersebut yang salah satunya adalah keluarga klien kami, dimana pada tahap 1, 2, dan 3 tidak sampai pada orang yang tertera dalam list KPM,” Paparnya

Taufik mengatakan, ada dugaan penyelewengan anggaran negara yang seharusnya dilakukan sesuai juklak dan juknisnya.

“Jadi, semua bukti sudah kami lampirkan dan sudah berada di meja Polres, selanjutnya kami percayakan pada pihak kepolisian, kita tunggu perkembangannya,” Tutupnya.

Laporan tersebut diterima Polres Pamekasan pada Hari Rabu, 23 September 2020, dengan No tanda lapor : STTLP/01/IX/YAN.2.4/2020/SPKT Polres Pamekasan.

Berkali kali di hubungi melalui telepon selulernya, dan mencoba Konfirmasi melalui Line WhatsAp, Kepala Desa Sana Tengah tidak merespon. (

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.