Dampak Positif dan Negatif, Naikin Harga Timah

Dampak Positif dan Negatif, Naikin Harga Timah

Spread the love

 

Belitung, Suaraindependent. Com,-
memang tidak bisa dipungkiri sebagian besar masyarakat di wilayah provinsi Bangka Belitung(Babel) masih menggantungkan hidupnya di Sektor pertambangan,khususnya pertambangan biji timah yang mana memang sudah sejak dulu sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di provinsi Bangka Belitung (Babel) yang memang terkenal akan kekayaan alamnya salah satunya biji timah ini.

Baca Juga :  Drainase Desa Nibung Bekelok Seperti Ular

Terlebih lagi dengan naiknya harga biji timah saat ini oleh pihak swasta yang sudah mendekati harga Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu)dari harga sebelumnya yang hanya kisaran dibawah harga Rp.100.000 (seratus ribu) perkilonya harga biji timah yang mengandung kadar Sn tinggi,lalu bagaimana dengan PT. Timah. Tbk selaku pemegang IUP,apakah harga belinya juga bisa bersaing dengan harga pihak swasta yang naiknya sangat signifikan.

Pantauan awak media dilapangan dibeberapa lokasi di wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur (Beltim),dengan naiknya harga biji timah tersebut selain bisa mendongkrak ekonomi kalangan masyarakat penambang juga bisa dirasakan langsung oleh kalangan masyarakat yang lainnya(non penambang).

Baca Juga :  Bahaya Narkoba Harus Terus Digaungkan Dalam Setiap Penyuluhan Penyuluhan

Seperti misalnya para pelaku usaha mikro lainnya dan pedagang bisa menikmati keuntungan dari hal tersebut,jadi bukan hanya pelaku tambang timah saja yang bisa terdongkrak secara ekonominya dengan kenaikan harga timah tersebut namun sektor2 usaha lainnya juga bisa ikut merasakannya.

Dilain sisi,Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam ini juga harus peka jangan sampai terlena,karena pertambangan tersebut perlu pengawasan dan pencegahan sedini mungkin agar semua itu berjalan sesuai aturan yg berlaku,terutama dari segi dampak lingkungan yang juga harus menjadi perhatian serta pengawasan dan pencegahan demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan serta dampak kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Memang sektor pertambangan,khususnya pertambangan biji timah untuk saat ini memang menjadi salah satu urat nadi/penopang ekonomi sebagian kalangan masyarakat.akan tetapi,jika tidak dikelola dengan baik takutnya akan menjadi gejolak dikalangan masyarakat lainnya dikemudian hari.dalam hal ini pemerintah perlu hadir demi terciptanya kenyamanan dan ketertiban di masyarakat,guna menghindari penambangan yang semakin sporadis, karena kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh maraknya aktivitas tambang ilegal jika lambat ditanggulangi maka itu akan menjadi tanggungjawab nantinya bagi para pemangku kepentingan.

Dengan melonjaknya harga timah maka tidak menutup kemungkinan semakin menjamurnya usaha meja goyang yang diduga tak satu pun mengatongi izin juga kolektor/pembeli ilegal.akan tetapi,apakah para kolektor/pembeli ilegal ini melanggar hukum?lantas bagaimana mereka bisa terang-terangan melakukan transaksi jual beli biji timah ini. Disinilah fungsi pengawasan pemerintah daerah sepertinya tidak berjalan, dengan membiarkan para kolektor/pembeli ilegal bebas melakukan aksinya. Padahal tindakan terebut sudah jelas merugikan Negara, lantaran mereka membeli biji timah tapi diduga tidak memiliki WIUP (wilayah izin usaha pertambangan) sendiri. Yang artinya, mereka hanya memperkaya diri dan golongan tanpa ada memberikan kontribusi apapun kepada negara.

Setiap daerah/wilayah yang memiliki sektor pertambangan pasti ada dampak positif dan negatifnya.

Positifnya,memang dengan melonjaknya harga timah saat ini membuat sektor pertambangan khususnya pertambangan biji timah ini bisa dibilang salah satu sektor yg memperkuat ekonomi sebagian kalangan masyarakat.
Negatifnya,kerusakan lingkungan akan semakin parah jika tidak segera dicegah sedini mungkin.(red)

Pewarta. : den/fbs

Editor :Ramon